Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Fakta & Data

Lebih dari Seabad Terpinggirkan, Bahasa Ainu di Jepang Dihidupkan Lagi Lewat AI

Kompas.com - 29/08/2025, 09:32 WIB

Ayah Maya, Kenji Sekine, ikut serta dalam inisiatif AI. Dia membantu tim itu mencari rekaman masa lalu.

Meskipun bukan orang Ainu, Kenji mulai mempelajari dialek Saru dari bahasa tersebut, saat membantu istrinya menjalankan kelas bahasa Ainu untuk anak-anak di Nibutani pada 1999.

Kenji akhirnya mengambil alih kursus tersebut dan telah mengajar bahasa Ainu sejak saat itu.

"Ini adalah pekerjaan hidup saya. Saya ingin lebih banyak orang belajar. Saya pikir proyek AI ini adalah hal yang baik," ujar Kenji.

Selama kunjungan para peneliti ke Nibutani, mereka membuat pangsit beras bersama sekelompok penduduk.

Mereka menghadiri salah satu kelas reguler yang diampu Kenji Sekine, yang diikuti lebih dari selusin siswa berusia tujuh hingga 15 tahun.

Diajarkan secara berkelompok, kelas Kenji berlangsung penuh semangat dan menggabungkan unsur-unsur Te Ataarangi, sebuah metode pengajaran bahasa yang menekankan berbicara dan visualisasi, yang dikembangkan oleh masyarakat Maori, sebuah kelompok Pribumi di Selandia Baru.

"Yang kami perjuangkan saat ini adalah persoalan kurangnya rekaman percakapan. Orang terakhir yang kami sebut sebagai penutur asli meninggal dunia 20 tahun yang lalu," kata Kenji.

Menjaga keberlangsungan Ainu jelas penting bagi komunitas ini.

Tapi apa konsekuensinya?

Editor : YUHARRANI AISYAH

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
 
Pilihan Untukmu
Close Ads

Copyright 2008 - 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.