Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Fakta & Data

Lebih dari Seabad Terpinggirkan, Bahasa Ainu di Jepang Dihidupkan Lagi Lewat AI

Kompas.com - 29/08/2025, 09:32 WIB

"Saya tahu saya istimewa dan beruntung," tambahnya.

Meskipun banyak ciri khas Ainu telah hilang seiring waktu, pengetahuan asli masyarakat ini tetap bertahan, termasuk lebih dari 80 cara berbeda untuk mendeskripsikan beruang, menurut ayah Maya, Kenji Sekine.

Bahasa Ainu mencerminkan hubungan masyarakat dengan alam dan penghormatan mereka terhadap makhluk hidup lainnya.

"Dalam cara berpikir Ainu, segala sesuatu selain manusia adalah 'kamuy' (dewa atau dewa spiritual). Beberapa hewan sering disebut 'kamuy', seperti 'kimunkamuy' (beruang) dan horkewkamuy (serigala)," ujar Kenji.

Meskipun Ainu diakui sebagai bahasa nasional kedua, bahasa ini tidak termasuk dalam kurikulum sekolah di Hokkaido.

"Siswa tidak memiliki kesempatan untuk mempelajari budaya dan bahasa Ainu," kata Hirofumi Kato, arkeolog sekaligus Direktur Stasiun Global untuk Studi Indigenitas dan Keragaman Budaya di Universitas Hokkaido.

"Hanya ada satu gambaran stereotip tentang budaya dan sejarah Jepang. Sistem pendidikan memperkuat perspektif monokultural ini," jata Hirofumi.

Penghapusan sejarah ini menyulitkan masyarakat Ainu untuk terhubung dengan akar mereka atau menavigasi identitas mereka dalam masyarakat Jepang modern.

Meskipun minat baru terhadap budaya Ainu telah mendorong lebih banyak representasi orang Ainu di media arus utama, misalnya dalam manga, selama ini terjadi berbagai kasus apropriasi budaya.

Semasa kecil, Maya merasa terbebani oleh tekanan melestarikan budaya Ainu.

Editor : YUHARRANI AISYAH

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
 
Pilihan Untukmu
Close Ads

Copyright 2008 - 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.