Pada 1917, jumlah penutur bahasa ini tersisa hanya 350 orang, dan angka itu terus menurun drastis sampai saat ini.
Belakangan, Ainu meniti kebangkitannya. Pada 2019, pemerintah Jepang secara resmi mengakui Ainu sebagai penduduk asli negara tersebut.
Mereka mengesahkan berbagai regulasi untuk mendorong inklusi dan visibilitas Ainu di tengah masyarakat Jepang.
Berbagai proyek bertujuan melestarikan dan merevitalisasi bahasa Ainu juga tengah berlangsung, satu di antaranya menggunakan AI.
Ainu menatap harapannya untuk terus bertahan bersama generasi mendatang.
Maya Sekine lahir dan besar di Nibutani, Hokkaido—tempat sekitar 80% penduduknya dilaporkan memiliki garis keturunan Ainu.
Namun pengetahuan tentang bahasa Ainu di wilayah tersebut masih langka.
"Saya rasa keluarga saya unik," kata Maya.
"Dari pihak ibu, saya adalah Ainu dan keluarganya terkenal dengan kerajinan tangan mereka. Ayah saya [orang Jepang] juga seorang guru bahasa Ainu," ujar Maya, yang kini berusia 20-an tahun dan aktif sebagai pembuat video di YouTube.