Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Fakta & Data

Lebih dari Seabad Terpinggirkan, Bahasa Ainu di Jepang Dihidupkan Lagi Lewat AI

Kompas.com - 29/08/2025, 09:32 WIB

Pada 1917, jumlah penutur bahasa ini tersisa hanya 350 orang, dan angka itu terus menurun drastis sampai saat ini.

Belakangan, Ainu meniti kebangkitannya. Pada 2019, pemerintah Jepang secara resmi mengakui Ainu sebagai penduduk asli negara tersebut.

Mereka mengesahkan berbagai regulasi untuk mendorong inklusi dan visibilitas Ainu di tengah masyarakat Jepang.

Berbagai proyek bertujuan melestarikan dan merevitalisasi bahasa Ainu juga tengah berlangsung, satu di antaranya menggunakan AI.

Ainu menatap harapannya untuk terus bertahan bersama generasi mendatang.

Foto berwarna orang-orang Ainu mengenakan pakaian tradisional di Pulau Hokkaido tahun 1892.
Foto berwarna orang-orang Ainu mengenakan pakaian tradisional di Pulau Hokkaido tahun 1892.

Maya Sekine lahir dan besar di Nibutani, Hokkaido—tempat sekitar 80% penduduknya dilaporkan memiliki garis keturunan Ainu.

Namun pengetahuan tentang bahasa Ainu di wilayah tersebut masih langka.

"Saya rasa keluarga saya unik," kata Maya.

"Dari pihak ibu, saya adalah Ainu dan keluarganya terkenal dengan kerajinan tangan mereka. Ayah saya [orang Jepang] juga seorang guru bahasa Ainu," ujar Maya, yang kini berusia 20-an tahun dan aktif sebagai pembuat video di YouTube.

Editor : YUHARRANI AISYAH

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
 
Pilihan Untukmu
Close Ads

Copyright 2008 - 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.