Lebih dari Seabad Terpinggirkan, Bahasa Ainu di Jepang Dihidupkan Lagi Lewat AI

Sekelompok perempuan Ainu menampilkan tarian tradisional, sekitar tahun 1950. Orang-orang Ainu tidak memiliki bahasa tertulis, sedangkan bahasa lisan mereka diyakini tidak berhubungan dengan bahasa lain yang dikenal luas. CORBIS VIA GETTY IMAGES VIA BBC INDONESIA

OHAYOJEPANG - Lebih dari seabad setelah pendudukan Jepang, bahasa Ainu hampir punah.

Kini kecerdasan buatan (AI) yang ditopang insiatif orang-orang keturunan Ainu, memberi harapan baru untuk eksistensi bahasa ini.

Pemutar kaset menyentuh gulungan pita, lalu bagian magnetnya terangkat dan memutarnya.

Awalnya, yang terdengar hanya desisan kecil, kemudian suara para leluhur memenuhi ruangan.

Melansir BBC (5/8/2025), cerita pengantar tidur yang didapatkan Maya Sekine terasa istimewa. 

Dipilih oleh ayahnya, kisah-kisah penuh warna itu didengarnya melalui berbagai kaset lama yang menampilkan cerita rakyat dalam bahasa Ainu—bahasa yang digunakan para leluhurnya.

Orang-orang Ainu tinggal di kepulauan di wilayah yang sekarang disebut Jepang, sejak abad ke-12.

Mereka mendiami daerah tanah itu sebelum Jepang datang menjajah mereka.

Sewaktu kecil, cerita favorit Maya adalah tentang serigala Hokkaido yang bernyanyi.

Halaman Berikutnya

Halaman:

Kompas.com Play

Lihat Semua
Expand player
Komentar
Dapatkan hadiah utama Smartphone dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!
Tulis komentar Anda...
Lihat komentar tentang artikel ini di Bagian Komentar!