Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Utilitas

Cara Mengurus Gas, Listrik, dan Air Saat Menetap di Jepang

Kompas.com - 31/Jul/2019, 22:45 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

OhayoJepang - Saat memulai hidup baru di Jepang, yang perlu diurus tidak hanya mencari tempat tinggal. Namun juga kebutuhan dasar yang ada di rumah tersebut yaitu listrik, gas, dan air. Harap diingat saat mengurus tempat tinggal di Jepang, perlu kontrak yang berbeda antara kontrak dengan apartemen yang ditempati dengan perusahaan penyedia listrik, gas, dan air. 

Jadi, kamu harus mengurus sendiri kebutuhan dasar ini dan membayarnya secara terpisah dari biaya sewa tempat tinggal. Berikut ini beberapa hal yang harus kamu ketahui. 

(Baca: Pindah Rumah ke Jepang? Berikut Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan)

Listrik (dalam Bahasa Jepang: Denki)

Pemasangan atau pengaktifan listrik akan dimulai setelah kamu memutuskan tanggal berapa dimulainya pemakaian listrik. Segera hubungi perusahaan listrik (agen real estate bisa membantu kamu untuk menghubungi perusahaan penyedia listrik). Pada hari yang sudah ditentukan tersebut, kamu seharusnya sudah bisa menggunakan listrik. Namun pertama-tama, balik tombol sakelar listrik yang biasanya berlokasi di dekat pintu masuk. 

Kadang kala, petugas dari perusahaan penyedia listrik akan berkunjung pada tanggal yang ditentukan, tergantung dari kontak dan fasilitas yang tersedia. Jika hal itu terjadi, biasanya kamu akan dihubungi terlebih dahulu melalui telepon. 

Patut dicatat bahwa voltase listrik di Jepang adalah 100 volt atau 50/60 Hz AC. 50 Hz umumnya dipakai di kawasan Jepang Timur (termasuk Tokyo), sedangkan 60 Hz biasanya dipakai di kawasan Jepang Barat (termasuk Osaka dan Kyoto). 

Hanya saja, saat membeli peralatan elektronik di Jepang, tidak ada perbedaaan besar mengenai hal tersebut, sehingga kamu tidak perlu memikirkan tentang perbedaaan volt di Jepang Timur dan Jepang Barat.

Soket listrik di Jepang berupa steker tipe A dengan dua lubang pipih.
Soket listrik di Jepang berupa steker tipe A dengan dua lubang pipih.

Gas (dalam Bahasa Jepang: Gasu)

Sama seperti listrik, untuk mengaktifkan gas di rumah, kamu perlu mengajukan penggunaan gas ke perusahaan gas. Agen real estate bisa membantu kamu untuk mencari atau merekomendasikan perusahaan gas. 

Tidak seperti listrik dan air, kamu harus hadir saat pemasangan gas. Jadi kamu harus mengatur jadwal untuk bisa hadir saat petugas dari perusahaan penyedia gas datang. 

Saat petugas datang, mereka akan mengecek kondisi rumah dan peralatan gas, serta akan mengaktifkan penggunaan gas ke kamar tersebut. Selain itu, petugas akan mengajarkan kamu cara menyalakan serta menggunakan gas dengan benar dan aman. 

Sebagian besar pemakaian gas tergantung dari peralatan yang kamu gunakan. Biasanya gas dipakai pada kompor di dapur ataupun peralatan pemanas air yang terpasang di apartemen. 

Air (dalam bahasa Jepang: Suidou) 

Sama halnya dengan listrik dan gas, kamu perlu menghubungi Biro Pekerjaan Air atau departemen yang bertanggung jawab untuk penyediaan air di kota tempat kamu tinggal untuk menaktifkan saluran air ke kamar apartemen kamu. Agen real estate biasanya bisa membantu. 

Perlu diketahui bahwa air keran di Jepang layak untuk diminum. Beberapa orang Jepang terbiasa minum air keran. Selain itu, kebanyakan sistem air di Jepang baik dapur ataupun kamar mandi telah menyediakan air panas secara otomatis, sehingga kamu hanya perlu mengatur penggunaan kerannya saja.

Di dapur dan di kamar mandi biasanya terpasang panel dengan banyak tombol dan pilihan untuk mengatur pengeluaran air di dapur dan kamar mandi. 

Pembayaran ketiga kebutuhan dasar di atas memiliki tarif minimal pembayaran per bulannya yang disebut kihonryoukin, semacam biaya abonemen jika di Indonesia. Metode pembayarannya sendiri bisa dilakukan dengan debit otomatis dari tabungan atau kartu kredit, juga bisa melalui minimarket. Sebagai catatan, di beberapa daerah pembayaran biaya air ditagihkan setiap dua bulan sekali.

Terakhir, untuk penghentian penggunaan utilitas ini bisa dilakukan setelah kamu memutuskan tanggal keluar dari apartemen. Patut dicatat, kamu harus mengingat “Nomor Pelanggan” (okyakusama bango), yang biasanya ditulis di surat tagihan bulanan masing-masing utilitas. Secara umum, kamu bisa melakukan penghentian utilitas melalui internet atau telepon. Namun, di beberapa kasus ada kalanya kamu harus hadir pada saat pemutusan utilitas tersebut.  

Provided by Karaksa Media Partner (Karaksa Media Partner 11 Juli 2019)

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR