Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Budaya Lokal

Menelusuri Tradisi Penanaman Padi di Jepang, Dari Festival hingga Inovasi Pertanian

Kompas.com - 01/04/2025, 12:15 WIB

 

 

Di daerah utara seperti Hokkaido, penanaman biasanya dimulai lebih lambat, sekitar Mei atau Juni, karena iklim yang lebih sejuk.

Praktik Tradisional dan Festival 

 

 

Acara ini ditetapkan sebagai Properti Budaya Takbenda Penting dan terdaftar oleh UNESCO.

Peserta mengenakan pakaian berwarna cerah, diiringi musik dari alat musik tradisional seperti drum besar dan kecil, seruling, dan lonceng tangan.

Sapi-sapi yang dihias juga merupakan bagian dari prosesi, melambangkan doa untuk panen yang melimpah.

 

Ritual Shinto yang telah berusia berabad-abad ini diadakan setiap tahun pada 11 atau 12 Juli.

Upacara penanaman padi disertai dengan musik dan tarian tradisional, berfungsi sebagai doa untuk hasil panen yang melimpah.

Festival ini diakui sebagai Properti Budaya Takbenda Penting oleh Prefektur Fukushima.

Baca juga:

Sawah di Jepang ditumbuhi padi subur.
Sawah di Jepang ditumbuhi padi subur.

Teknik Pertanian Inovatif 

 

 

Teknik ini melibatkan anak-anak bebek yang dilepaskan ke sawah.

Mereka secara alami membasmi gulma, memupuk, dan mengoksigenasi air, mengurangi penggunaan bahan kimia dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Pendekatan Furuno telah diadopsi oleh lebih dari 75.000 petani di seluruh Asia, yang menunjukkan perpaduan sukses antara tradisi dan inovasi.

Tantangan dan Adaptasi 

Petani padi Jepang menghadapi tantangan seperti perubahan iklim dan menurunnya jumlah tenaga kerja yang muda.

 

Misalnya, varietas "Sai no Kizuna" telah diperkenalkan untuk tahan terhadap suhu yang lebih tinggi, dengan tujuan untuk menstabilkan produksi di tengah kondisi iklim yang berubah.

Proses menanam padi di Jepang.
Proses menanam padi di Jepang.

Fakta Menarik 

 

Pertunjukan ini disebut "Taue Odori" yang menghibur sekaligus sebagai panduan ritme bagi para penanam dan memastikan gerakan sinkron sehingga penanaman lebih efisien.

Praktik ini menunjukkan perpaduan harmonis antara kerja dan seni dalam tradisi pertanian Jepang.

 

Meskipun menghadapi tantangan modern, ketahanan dan kemampuan beradaptasi para petani Jepang terus mendukung aspek vital warisan mereka ini.

Partner (Maret 2025)

(KOMPAS.COM/FAESAL MUBAROK)

          View this post on Instagram                      

A post shared by Ohayo Jepang (@ohayo_jepang)

Halaman:
Editor : YUHARRANI AISYAH

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
 
Pilihan Untukmu
Close Ads

Copyright 2008 - 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.