Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Ini Bedanya Naik Taksi di Jepang dengan Indonesia

Kompas.com - 26/Nov/2019, 07:45 WIB
Taksi di Jepang.
Taksi di Jepang.

OhayoJepang - Tinggal di luar negeri akan mengubah kebiasaan hidup kamu tanpa disadari. Hal ini karena kamu jadi terbiasa dengan budaya lokal di negara tersebut. Hal ini terjadi juga pada orang asing yang tinggal di Jepang. 

Orang yang tinggal lama di Jepang akan beradaptasi dengan budaya lokal Jepang. Semakin lama masa tinggal seseorang, kebiasaan orang tersebut akan semakin mirip dengan orang Jepang.

Begitu dia kembali ke negara asalnya dia akan mengalami geger budaya terbalik (reverse-culture shock). Orang yang mengalami ini perlu menyesuaikan diri lagi dengan cara hidup di negara asalnya.

Artikel ini merupakan serial artikel yang akan membahas mengenai pengalaman reverse-culture shock yang dialami oleh beberapa orang dari berwarga negara Indonesia yang bekerja di Jepang. Berikut beberapa pengalaman yang dialami.

Baca juga: Pengalaman Kehilangan Dompet di Jepang

Naik Taksi

Hal ini terjadi ketika sedang pulang kampung ke Indonesia. Dia menggunakan taksi untuk pulang ke rumah dari Bandara.

Setelah mengantre dan menunggu taksi, akhirnya tibalah giliran sang editor menaiki taksi. Dia berdiri di dekat pintu taksi dan menunggu pintu terbuka tetapi pintu taksi tidak juga terbuka. 

Begitu petugas taksi membantu untuk mengangkat barang bawaan, barulah tersadar kalau pintu taksi di Indonesia tidak terbuka sendiri. Taksi di Jepang, pintunya terbuka otomatis.

“Kebodohan” ini tidak berakhir di situ, setelah duduk di dalam taksi, dia langsung mematikan smartphone sambil menunggu taksi untuk berangkat. 

Setelah barangnya selesai dimasukkan ke dalam bagasi, dia bingung karena taksi tidak jalan juga. Sampai sang supir mengatakan, “Boleh tolong tutup pintunya?”. 

Halaman Berikutnya
Halaman:
Editor : Silvita Agmasari

Komentar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.