Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Pengalaman Kehilangan Dompet di Jepang

Kompas.com - 22/Aug/2019, 08:32 WIB
ILUSTRASI - Dompet kartu
ILUSTRASI - Dompet kartu

OhayoJepang - Barang yang kamu jatuhkan biasanya akan kembali lagi, jika hal ini terjadi di Jepang. Salah satu tim OhayoJepang yang menetap di Jepang, mengalaminya sendiri. Ini ceritanya. 

Saat itu ia pergi ke Meguro dan ingin pulang naik kereta. Saat ia ingin melewati gerbang tiket otomatis, ia tersadar kalau dompet kartu yang berisi kartu Suica untuk tiket transportasi, hilang. Dompet kartu itu juga berisi kartu berobat, dan kartu lainnya. Kemungkinan dompet kartu itu terjatuh dari tasnya. 

Ia pun sempat mencarinya ke mana-mana tetapi tidak berhasil menemukannya. Pada akhirnya, ia menyerah dan juga tidak melaporkan ke kantor lost and found center maupun ke koban (kantor polisi)

Beberapa hari kemudian, ia mendapat telepon dari sebuah klinik berobat yang biasa ia datangi. Mulanya ia berpikir telepon itu untuk mengingatkan jadwal ke klinik. Kita bisa meminta klinik untuk menghubungi sehari sebelum jadwal ke klinik. 

Namun ternyata telepon dari klinik itu memberitahunya bahwa pihak klinik mendapat telepon dari koban di area Meguro. Dompet kartunya yang hilang telah disimpan di koban tersebut. 

Kemungkinan besar seseorang menemukannya dan membawa dompet tersebut ke koban terdekat. Jadi mengapa sampai polisi menelpon klinik tersebut? Hal ini karena di dalam dompet kartu tidak terdapat kartu atau informasi yang menampilkan nomor teleponnya. Hanya ada namanya saja yang tercantum dalam kartu berobat. Ia pun tak menduga bahwa polisi sampai sejauh itu meminta klinik untuk mengontaknya. 

Ia pun mendapatkan nama kantor polisi berikut alamat dan nomor telepon serta nomor laporan (jyuri bango) dan juga jam kerja, serta nama polisi yang bertugas saat itu. Ia pun kemudian menghubungi kantor polisi itu karena barang hanya disimpan selama dua pekan (aturan ini berbeda tergantung wilayahnya).

Dari kantor polisi, ia mendapatkan penjelasan yang sama seperti dari klinik. Termasuk proses pengambilang barang yang hilang seperti memberitahu nomor laporan, membawa inkan (cap tanda tangan) atau tanda tangan langsung jika tidak memiliki inkan, serta memperlihatkan kartu identitas seperti kartu zairyu, dan sebagainya. 

Sepekan kemudian dia pergi ke koban untuk mengambil dompet kartunya. Proses pengambilan tidak memakan banyak waktu karena hanya ada sedikit orang saat itu. Saat ia tiba di koban, ia pun diantar ke area penerimaan barang yang hilang.

Setelah menunjukkan kartu identitas, ia diminta mengisi formulir penerimaan dan menandatangani formulir itu. Lalu seorang staf memberikan dompet kartu tersebut dan memintanya memastikan tidak ada yang hilang di dalam dompet. Semua proses hanya memakan waktu 30 menit dan ia pun bisa segera pulang.  

Apakah kamu punya pengalaman tersendiri kehilangan barang saat di Jepang?

Provided by Karaksa Media Partner (8 August 2019)

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

Komentar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.