Ifah bukan lagi pribadi yang suka menunda. Kini ia menyambut tantangan, bahkan yang kecil sekalipun, sebagai bagian dari proses pertumbuhan.
Tiga tahun tinggal di luar negeri memberinya cukup waktu untuk refleksi. Ifah tak malu mengakui hal-hal yang ia sesali dan ingin perbaiki.
"Kalau bisa balik ke awal, saya pasti lebih serius belajar bahasa Jepang. Komunikasi itu penting banget. Saya pasti lebih percaya diri kalau dari awal udah lebih siap. Terus, walaupun kita jago bahasa, kalau enggak dipakai, bisa lupa juga. Satu lagi, saya menyesal enggak lebih disiplin urus keuangan!" ujarnya sambil tertawa.
Tawa itu bukan tanda mengabaikan, melainkan bukti bahwa ia mengambil setiap penyesalan sebagai pelajaran yang membentuk dirinya.
Saat ditanya apakah ia punya tujuan baru sebagai SSW, jawabannya sederhana tapi penuh makna.
"Jujur, saya merasa sudah capai apa yang saya impikan. Saya jadi orang yang bisa bantu dan semangatin orang lain, terutama yang baru datang kerja di sini. Itu sosok yang dari dulu ingin saya jadiin."
Bagi Ifah, menjadi versi terbaik dari diri sendiri bukan soal pencapaian pribadi semata.
Kini, ia ingin menjadi seseorang yang menciptakan ruang aman dan dukungan bagi orang lain.
Seri SSW Masih Berlanjut!
Kisah pribadi Ifah mungkin sudah mendekati akhir, tetapi seri ini belum selesai. Nantikan cerita berikutnya yang akan mengulas pengalaman dari para pekerja migran lainnya di Jepang.
Konten ditulis oleh Karaksa Media Partner (Februari 2025)
View this post on Instagram