Ifah tak lagi menunggu bantuan, ia bergerak maju dengan usahanya sendiri. Itu pula yang membentuk pertumbuhan pribadinya.
Selain itu, kariernya juga berkembang pesat. Ifah mendapat promosi, sesuatu yang tak ia duga akan terjadi secepat ini.
"Iya, saya dipromosikan. Saya juga kurang tahu alasannya apa, tapi katanya atasan saya sebelumnya merekomendasikan saya. Mereka bilang saya cepat bekerja, gampang bergaul, dan komunikasinya baik. Di Jepang itu disebut hourensou—lapor, komunikasi, dan konsultasi. Kayaknya itu yang paling banyak saya pelajari."
Ifah menyampaikan ini sambil tertawa kecil. Namun jelas, promosi itu bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari kerja konsisten dan kemauan untuk terus berkembang.
Baca juga:
Budaya Jepang tak hanya mengubah cara Ifah bekerja, tetapi juga membentuk rutinitas hariannya menjadi lebih teratur dan penuh kesadaran.
Ia jadi lebih peduli pada kebersihan, kesehatan, dan tujuan hidup.
"Di Jepang, saya jadi lebih sadar soal kesehatan, kebersihan, dan kemandirian. Dulu saya suka menunda hal-hal kecil, kayak mandi atau beresin tugas pribadi. Tapi sekarang, saya justru suka menantang diri sendiri."
Tantangan terbesar yang kini ia hadapi adalah belajar bahasa Jepang.
Ifah memiliki sertifikat JLPT N4 dan sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti tes N2 pada Desember mendatang.
"Saya kagum sama orang yang lulus JLPT N2. Itu target pribadi saya sekarang."