Mengutip Asahi Shimbun (21/7/2023), Kantor Pos yang Hilang menerima lebih dari 55.000 surat dan kartu pos sejak dibuka.
Salah satu surat yang diterima di Kantor Pos yang Hilang datang dari seorang ibu yang berbicara kepada putrinya yang meninggal pada usia 30 tahun.
Dalam surat tersebut, ibu itu menceritakan bagaimana anak-anaknya pulang dengan gembira setelah mendapatkan nilai 100 di ujian mereka.
"Mereka ingin menunjukkan hasilnya kepadamu terlebih dahulu. Mereka meletakkan dan menyebarkan ujian di altar Buddha di depan fotomu. Tolong puji mereka dari surga," tulis ibu tersebut.
Menulis surat-surat itu, kata ibu tersebut, memberinya kedamaian.
Beberapa surat berisi pesan penuh harapan, seperti satu surat dari seorang suami yang meninggal, yang dikirim oleh istrinya yang menulis, “Pernikahan putri sulung kami adalah tahun depan.”
Surat lain datang dari seseorang yang menulis untuk meminta maaf kepada bayi yang meninggal sebelum dilahirkan.
Baca juga:
Pada awalnya, Kantor Pos yang Hilang hadir sebagai bagian dari pameran seni dalam Festival Setouchi Triennale 2013.
Selama festival, Katsuhisa Nakata, yang sebelumnya adalah kepala kantor pos di pulau tersebut, diangkat untuk memimpin kantor pos tersebut sebagai bagian dari proyek seni.
Setelah festival berakhir, Nakata memutuskan untuk melanjutkan proyek ini sebagai sukarelawan.