Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Mengenal 5S dalam Budaya Kerja Jepang

Kompas.com - 19/Oct/2019, 16:48 WIB
Budaya kerja di Jepang, 5S
Budaya kerja di Jepang, 5S

OhayoJepang - Budaya kerja Jepang bisa dikatakan cukup unik. Salah satu konsep paling dasar yang biasanya menjadi dasar budaya kerja Jepang adalah 5S (diucapkan sebagai go-esu).

Konsep 5S  terdiri dari Seiri (Menyortir), Seiton (Mensistematisasikan), Seiso (Membersihkan), Seiketsu (Standarisasi), dan Shitsuke (Self-Discipline).

Cara berpikir ini dimaksudkan untuk membuat organisasi di tempat kerja lebih efektif dengan menyederhanakan lingkungan sambil meningkatkan kinerja. 

Baca: Tradisi Minum-minum Selepas Bekerja di Jepang, Ini Pentingnya Ikut “Nomikai”

Seiri (Menyortir)

Seiri pada dasarnya berarti menyortir segala sesuatu di setiap area kerja dan hanya menyimpan apa yang diperlukan. Pada umumnya mereka akan menandai atau membaginya menjadi barang-barang yang "sering digunakan," "kadang-kadang digunakan," dan "tidak pernah digunakan."

Item yang sering digunakan disimpan dalam keadaan yang mudah dicapai dan item yang kadang-kadang digunakan dipindahkan ke area penyimpanan umum. Sedangkan, item yang tidak pernah digunakan biasanya dibuang.

Seiton (Mensistematisasikan)

Seiton selalu mengikuti seiri, yang berarti mengatur segala sesuatu untuk penggunaan dan pengembalian yang efisien. Di sini, lemari dan rak diberikan label dan benda-benda dikembalikan ke tempat yang semestinya.

Di area kerja pabrik, ruang kerja dan ruang untuk gerak terpisah dan diuraikan di lantai. Hal ini membuat proses kerja jelas dan sistematis, serta tidak ada pemborosan yang berlebihan.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Editor : Wahyu adityo prodjo

Komentar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.