Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Tiga “Concept Hotel” di Osaka yang Unik dan Inovatif

Kompas.com - 5/Apr/2019, 08:02 WIB
BOOK AND BED TOKYO cabang Shinsaibashi
BOOK AND BED TOKYO cabang Shinsaibashi

OhayoJepang - Osaka merupakan tempat wisata di Jepang yang sangat populer di kalangan wisatawan asing. Bila dibandingkan dengan daerah lainnya di Jepang, tingkat okupansi hotel-hotel di Osaka sangatlah tinggi. Persaingan antar hotel pun ketat.

Saat ini, semakin banyak fasilitas akomodasi yang berkembang di Osaka. Akibatnya, beberapa fasilitas tidak dapat dimasukkan ke dalam kategori akomodasi yang telah ada. Fasilitas ini disebut dengan “concept hotel” atau hotel yang hadir dengan konsep tertentu yang kuat.

Concept hotel mengembangkan fitur-fitur yang inovatif. Kali ini kami akan memperkenalkan concept hotel yang tercanggih.

BOOK AND BED TOKYO Shinsaibashi

BOOK AND BED TOKYO cabang Shinsaibashi
BOOK AND BED TOKYO cabang Shinsaibashi

Kamar hotel dengan struktur unik, berupa tempat tidur yang dimasukkan ke dalam rak buku. Di tempat ini terkumpul 2.000 buku yang mencakup beragam genre pilihan dari penerbit BOOKSELLERS.

BOOK AND BED TOKYO cabang Shinsaibashi dibuka pada 13 Desember 2018. Dengan mengusung konsep “Tomareru Honya” (berarti: toko buku yang bisa diinapi), penginapan ini menawarkan pengalaman menyenangkan yaitu tamu dapat membaca buku hingga terlelap.

“Di sini tidak ada kasur yang empuk, tidak pula bantal yang nyaman, tidak ada pula selimut dari bulu angsa. Tidak ada fasilitas yang mengutamakan kenyamanan di sini,"  jelas Direktur Utama BOOK AND BED TOKYO cabang Shinsaibashi, Rikimaru.

“Tempat ini hanya menawarkan pengalaman untuk menikmati kegiatan membaca berkonsep baru. Karena itu, temukan cara menikmati kegiatan membaca yang bisa dilakukan di sini. Bisa juga digunakan untuk acara menginap dengan teman maupun keluarga. Orang yang tinggal di dekat sini juga tentunya boleh datang menginap,” Rikimaru.

BOOK AND BED TOKYO Shinsaibashi-ten
Alamat: Osaka-shi, Chuo-ku, Higashi Shinsaibashi 1-19-11 Unagidani Square Building 3rd Floor
Akses: 1 menit jalan kaki dari stasiun kereta bawah tanah Shinsaibashi
Waktu check-in: 16:00, Waktu check-out: ~11:00
Libur: Tidak ada
Harga hotel: Mulai dari 5.200 yen per orang per malam
Jumlah kamar: 41 kamar

Henn na Hotel Cabang Shinsaibashi

Foto ini diambil di “Henn na Hotel Maihama Tokyo Bay” yang berkonsep sama dengan Henn na Hotel Cabang Shinsaibashi
Foto ini diambil di “Henn na Hotel Maihama Tokyo Bay” yang berkonsep sama dengan Henn na Hotel Cabang Shinsaibashi

Di area yang sama, pada 1 Februari 2019 lalu dibuka juga “Henn na Hotel Osaka Shinsaibashi”. Hotel yang membuat Anda deg-degan hanya dengan namanya ini (“Henn na Hotel” dapat diartikan sebagai hotel aneh), mendapatkan penghargaan dari Guinness Book Record sebagai hotel yang mempekerjakan robot kali pertama di dunia.

Di hotel ini, proses check-in dilakukan oleh robot-robot dinosaurus yang bisa melayani dengan berbagai bahasa, pembayarannya pun dilakukan dengan menggunakan mesin otomatis.

“Di front desk kami meletakkan robot dinosaurus yang sangat menghibur, dengan tujuan agar tempat ini menjadi tempat pengunjung dapat merasa ‘senang’. Pekerjaan yang dapat dilakukan oleh robot, sebisa mungkin kami serahkan kepada robot, kami berusaha untuk memaksimalkan efisiensi,” jelas manajer hotel, Hokayashiki Shinobu-san.

Karena sangat populer di kalangan wisatawan asing, saat ini telah ada tujuh cabang di daerah Kanto dan satu hotel akan dibuka pada 14 Maret 2019 di area Nishi-shinsaibashi. Dari sekarang, hotel ini berencana untuk mengembangkan sayapnya ke seluruh wilayah Jepang.

Henn na Hotel Osaka Shinsaibashi
Alamat: Osaka-shi, Chuo-ku, Minamisenba 3-5-2
Akses: 3 menit jalan kaki dari stasiun bawah tanah Shinsaibashi
No telepon: +81-50-5576-8350
Waktu check-in: 15:00~, Waktu check-out: ~11:00
Libur: Tidak ada
Harga: Mulai dari 5.000 yen per orang per kamar (untuk kamar dengan kapasitas dua orang)
Jumlah kamar: 90 kamar

SEKAI HOTEL Fuse

“SEKAI HOTEL Fuse”
“SEKAI HOTEL Fuse”

“SEKAI HOTEL Fuse” memiliki kesan warna unik pada fasilitasnya. Namun tak hanya itu, konsepnya sendiri sangat berkesan karena membuat seluruh pusat perbelanjaan menjadi hotel.

“Kami mengubah rumah yang kosong di area ini sebagai kamar penginapan. Kami bekerja sama dengan pemilik fasilitas seperti tempat pemandian umum, restoran, dan aktivitas di area tersebut agar digunakan oleh tamu hotel saat sedang berjalan-jalan di sekitar area,” ungkap penanggung jawab manajemen Kobayashi Kouta-san.

Hotel ini dibuat dengan image kota pabrik. Hal ini cocok untuk menggambarkan daerah Higashi Osaka yang terkenal sebagai “Monodzukuri no machi” (berarti: kota manufaktur). Area bekas toko baju bernama Kiyoshima dijadikan front desk dan kafe yang bisa digunakan oleh siapapun.

Yang membedakannya dengan hotel lain adalah konsepnya yang disebut “SEKAI HOTEL”. Konsep ini mencoba untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di kota tersebut seperti banyak rumah kosong, urbanisasi anak muda dari kota asal mereka, tidak adanya penerus yang mengurus toko, hingga berkurangnya komunitas lokal dan sebagainya.

Orang yang menginap bisa mendapatkan pengalaman “kehidupan sehari-hari” berbeda tergantung dengan daerahnya, sehingga mungkin bagi wisatawan yang sudah terbiasa pergi ke kota-kota besar dan tempat wisata, pengalaman ini akan memiliki daya tarik tersendiri dan terasa baru.  

“Sembari datang mengunjungi tempat wisata, tamu juga dapat merasakan kehidupan sehari-hari di kota tua. Dengan ini, kami mempresentasikan perjalanan wisata yang bagaikan sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui,” jelas Kobayashi-san.

SEKAI HOTEL Fuse
Alamat: Higashi Osaka-shi, Ajiro 1-19-1
Akses: 5 menit jalan kaki dari stasiun Kintetsu Fuse
No telepon: +81-6-6748-0750
Waktu check-in: 16:00~23:00, Waktu check-out: ~10:00
Libur: Tidak ada
Harga: Mulai dari 3.500 yen per orang per malam(dormitory) dll
Jumlah kamar: 5 kamar

Setiap hotel membuat konsep yang tidak hanya berusaha menarik perhatian saja, tetapi semuanya dibuat berdasarkan hospitality mind.

Provided by Japan Walker, Kansai Walker (21 January 2019)

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR