Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Wisata Keluarga Terbaru di Jepang, Taman Bermain Animasi “Moomin” di Saitama

Kompas.com - 19/Jan/2019, 11:14 WIB
Anak-anak SD setempat yang datang mengunjungi Metsa Villeage sebelum pembukaan.
Anak-anak SD setempat yang datang mengunjungi Metsa Villeage sebelum pembukaan.

OhayoJepang - Pada 9 November 2018 lalu, di Kota Hanno Prefektur Saitama telah dibuka “Metsa Village”. Rencananya, akan dibuka satu area berupa taman bermain “Metsa” yang memungkinkan pengunjung untuk merasakan gaya hidup orang Nordik. Selain itu, tempat ini juga menghadirkan suasana seperti di dalam buku cerita Moomin dan Moomin Valley Park pada Maret 2019 mendatang.

Kota Hanno yang terletak di bagian barat daya Prefektur Saitama merupakan kota yang sekitar 76 persen wilayahnya terdiri dari hutan. Sementara itu, populasi penduduk sekitar 80.000 jiwa. Kota ini bisa diakses dari tengah kota, Ikebukuro, dengan waktu paling cepat sekitar 40 menit tanpa mengganti kereta. Kota ini kaya akan pemandangan alam. Ekowisata yang memanfaatkan lingkungan alam dari daerah ini telah dipromosikan oleh pemerintah daerah dan mulai populer, tetapi masih belum dapat dijadikan sebagai industri utama kota ini.

Mengapa kota ini terpilih menjadi tempat dibukanya taman bermain karakter Moomin yang juga sangat populer di Jepang? Berikut penjelasan dari Kepala Departemen Perencanaan Promosi dan Revitalisasi Daerah yang juga terlibat sebagai penanggung jawab dalam pembukaan Metsa, Koji Sekine, tentang proses pembangunan taman bermain dan prospek wisata tempat ini.

Kepala Departemen Perencanaan Promosi dan Revitalisasi Daerah, Koji Sekine
Kepala Departemen Perencanaan Promosi dan Revitalisasi Daerah, Koji Sekine

Pertemuan antara penulis Moomin dan Kota Hanno

Koji Sekine menuturkan bahwa hal yang tidak bisa ditinggalkan saat pihaknya membicarakan hubungan antara Kota Hanno dan Moomin adalah keberadaan “Tove Jansson Akebono Children's Forest Park” di kota ini. Taman ini dibuka pada tahun 1997 dan merupakan salah satu taman yang dibangun oleh Kementerian Pembangunan Jepang yang lama pada proyek 15 “Heisei Memorial Children's Forest Park”. Seperti namanya, desain dan konsep taman ini lahir dari komunikasi dengan penulis Moomin, Tove Jansson.

 Di dalam taman terdapat bangunan unik yang disebut kinoko no ie (rumah berbentuk jamur), tempat penyimpanan dokumen-dokumen Tove Jansson, dan lain sebagainya. Pengunjung mengatakan bahwa suasana taman ini seperti dunia dalam buku cerita Moomin. Jadi banyak wisatawan yang datang dari berbagai wilayah Kanto bahkan dari luar negeri hanya untuk mengunjungi taman ini.

Tove Jansson Akebono Childrens Forest Park
Tove Jansson Akebono Childrens Forest Park

Hubungan antara Kota Hanno dan Tove Jansson dimulai saat penanggung jawab penataan taman pada saat itu mengirimkan sepucuk surat. Penanggung jawab penataan taman saat itu memiliki keinginan agar anak-anak dapat tumbuh berkembang melalui pengalaman mereka bermain di taman. Dia memiliki ide untuk membuat taman yang dapat mengajarkan kasih sayang terhadap teman dan hidup berdampingan dengan alam seperti yang ada di cerita Moomin.

Kemudian, penanggung jawab mengirimkan surat kepada Tove Jansson mengenai rencananya tersebut. Tove Jansson menyetujui konsep tersebut dan pembangunan taman yang menggambarkan dunia Nordik dan cerita anak ini dimulai.

Setelah Akebono Children's Forest Park (nama taman diambil dari “Akebono Children's Forest Park” pada Juni 2017) selesai dibangun, penanggung jawab penataan taman masih terus berhubungan dengan Tove Jansson melalui surat.

Kota yang memiliki tiga unsur penting: tumbuhan hijau, alam, dan lokasi

Pada tahun 2013, menjelang peringatan hari ulang tahun ke-100 Tove Jansson di tahun berikutnya, diumumkan bahwa pembuatan taman bermain bertema cerita Moomin di Jepang telah ditetapkan. Kota Hanno mengajukan diri sebagai kandidatnya, tetapi alasannya bukanlah semata-mata karena hubungan dengan penulis Moomin seperti yang telah disampaikan sebelumnya.

Pada Mei 2014, setahun setelah diumumkannya rencana pembukaan taman tersebut, subkomite studi masalah populasi Japan Policy Council mengumumkan bahwa kota Hanno masuk ke dalam daftar kota yang memiliki kemungkinan punah. Pemerintah daerah memutuskan untuk memasukkan proyek pembangunan taman bermain Moomin ini sebagai program revitalisasi daerah untuk mengembangkan kota.

Kota yang sedang menghadapi permasalahan populasi ini memiliki tujuan untuk menjadikan taman ini sebagai sumber yang bisa menarik perhatian banyak pengunjung. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga ingin membuat kesan bahwa kota Hanno memang cocok untuk dipilih sebagai tempat dibukanya taman tersebut.

Kota Hanno mendeklarasikan dirinya sebagai Kota Pembudidayaan Hutan. Agar tercipta suasana dunia dalam cerita Moomin di Jepang, Kota Hanno adalah pilihan tepat karena memiliki hutan, air dan kekayaan alam yang tidak dapat  ditemukan di tempat lain. Selain itu, Kota Hanno juga dekat dari pusat kota, sehingga lokasinya sangat strategis untuk menarik pengunjung. Pendekatan seperti ini pun dilakukan oleh pemerintah daerah.

Dalam proses promosi kota Hanno, pemerintah daerah memandu pihak penanggung jawab pembangunan taman bermain berkeliling hingga ke sudut kota. Selain Danau Miyazawa yang menjadi lokasi taman saat ini, pemerintah Kota Hanno juga mengajak penanggung jawab pembangunan taman bermain pergi ke tempat wisata yang terkenal seperti Gunung Tenran, Hannogawara, Pegunungan Naguri bahkan diajak untuk mengunjungi taman kanak-kanak di kota Hanno juga. Hal ini dilakukan agar dapat mengerti keindahan alam dan merasakan keakraban orang-orang setempat.

Hannogawara dan Ware-iwa Bridge
Hannogawara dan Ware-iwa Bridge

Setelah beberapa kali berkeliling di Kota Hanno, penanggung jawab pembangunan taman bermain mengatakan bahwa suasana alam yang asri diperlukan untuk menciptakan suasana dalam cerita Moomin. Lingkungan alam seperti ini sangat cocok untuk menciptakan komunitas masyarakat.

Promosi yang gencar ini menuai hasil, perusahaan FinTech Global Co., Ltd. yang bertanggung jawab untuk pembangunan taman bermain ini menetapkan kota Hanno sebagai lokasi dibukanya taman bermain pada Juni 2015. Terlebih lagi, konsep taman bermain pun berubah menjadi bangunan yang memanfaatkan kekayaan alam kota Hanno apa adanya.

Setelah itu, kedua belah pihak membuat perjanjian yang berhubungan dengan revitalisasi daerah. Kota Hanno dan perusahaan FinTech Global Co., Ltd. bekerja sama dalam revitalisasi daerah melalui pembangunan Metsa. Pemerintah Kota Hanno  berkontribusi dalam pemeliharaan fasilitas, kedua pihak juga bekerja sama dalam koordinasi dengan perusahaan konstruksi, memprioritaskan perekrutan karyawan dari penduduk setempat, kebutuhan bahan material dari kota Hanno, dan banyak lagi.

Pemerintah kota bekerja keras dengan harapan pembangunan Metsa dapat meningkatkan kebahagiaan masyarakat setempat, menambah populasi orang yang berkunjung ke Kota Hanno, dan dapat menambah populasi orang yang menetap di kota ini pada akhirnya.

Harapan agar Metsa dan pariwisata di dalam kota dapat saling mendukung

Di tengah-tengah waktu pembukaan yang semakin dekat, para pelaku bisnis yang berada di kota Hanno dan sekitarnya mulai mempersiapkan pembukaan bisnis baru. Nama halte bus terdekat dari taman Metsa yang bernama “Miyazawa-ko”, diubah menjadi “Metsa”. Tiga perusahaan bus yaitu, Eagle Bus, Kokusai Kogyo Bus dan Seibu Bus mulai mengoperasikan rute dari stasiun Hanno dan Higashi Hanno langsung menuju Metsa dari 8 November 2018 lalu.

Selain itu, Seibu Railway juga akan memperbarui desain stasiun Hanno dengan desain yang disarankan oleh desainer dari Finlandia. Renovasi diperkirakan akan selesai pada bulan Maret 2019. Pemerintah Kota Hanno menaruh harapan besar agar Metsa dan pariwisata di dalam kota dapat saling mendukung.

“Diperkirakan pengunjung akan berada di Metsa selama empat hingga lima jam. Setelah menikmati hiburan di Metsa, pengunjung diharapkan dapat menikmati pariwisata di dalam kota seperti daerah Naguri, menginap di penginapan dengan pemandian air panas alami yang dikelilingi oleh pegunungan, dan menikmati Wareiwa Bridge di Hannogawara yang di-light up pada malam hari,” ujar Sekine.

Oleh karena itu, saat ini pemerintah kota Hanno sedang mempertimbangkan untuk mengembangkan akses transportasi bagi wisatawan yang menjangkau tempat-tempat wisata di dalam Kota Hanno.

Saat ini, transportasi utama yang dapat digunakan untuk mengakses tempat-tempat wisata yang dimulai dari daerah Naguri adalah bus kota dan taksi. Sedangkan, fasilitas penyewaan sepeda sedang dipertimbangkan untuk wisata dalam kota. Selain itu, dipertimbangkan juga untuk bekerja sama dengan beberapa perusahaan taksi dalam pengembangan pariwisata.  

Light up di Wareiwa Bridge
Light up di Wareiwa Bridge

Menjadikan Kota Hanno sebagai kota yang ingin dikunjungi berkali-kali dan kota yang ingin ditinggali

Penataan dan penyediaan alat transportasi umum selain kendaraan pribadi di dalam kota akan mempengaruhi gaya pariwisata.  

“Persentase kecenderungan wisatawan yang datang ke daerah ini adalah 90 persen pulang-pergi, dan 10 persen menginap. Di lain pihak, wisatawan yang menjadi target utama Metsa adalah perempuan yang berusia 20 hingga 40 tahunan dan keluarga yang memiliki anak kecil. Banyak anak muda yang sudah tidak berminat untuk memiliki mobil, juga tidak memiliki mobil. Anak-anak muda ini diharapkan untuk berwisata ke kota Hanno dengan menginap bukan pulang-pergi, dan menikmati wisata Metsa juga wisata alam kota Hanno,” ujar Sekine.

Anak-anak SD setempat yang datang mengunjungi Metsa Villeage sebelum pembukaan.
Anak-anak SD setempat yang datang mengunjungi Metsa Villeage sebelum pembukaan.

Area di sekitar Gunung Tenran dan Hannogawara merupakan tempat yang sering dijadikan lokasi piknik anak-anak SD dan warga setempat. Hannogawara merupakan tempat yang biasa digunakan untuk BBQ dan main di sungai, sedangkan pegunungan kota Hanno seperti Gunung Tenran dikenal sebagai lokasi yang muncul di dalam komik dan animasi bertema pendakian gunung yang berjudul “Yama no Susume”. Torii Kannon yang terletak di daerah Naguri terkenal pemandangan dedaunan musim gugurnya yang indah.

Orang yang mengunjungi Kota Hanno, pasti akan merasakan udara dan suasana kota yang berbeda. Bukan hanya Metsa yang ramai dikunjungi oleh banyak wisatawan, tetapi nikmati juga berbagai daya tarik kota Hanno lainnya dengan santai. Wisatawan-wisatawan seperti ini diharapkan akan mengunjungi Hanno berkali-kali dan akhirnya menjadikan kota Hanno sebagai kota yang ingin ditinggali.

Kota dengan lokasi yang tidak jauh dari pusat kota dan kaya akan keindahan alam. Bila Anda mengunjungi Metsa, nikmati juga hutan dan air di kota Hanno yang katanya persis dengan suasana di dalam cerita Moomin.

Provided by Japan Walker™, Walkerplus™, Tokyo Walker™ (13 November 2018)

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR