Penggunaan chatbot artificial intelligence (AI), ChatGPT, mencapai rekor tertinggi setelah viral gambar seni AI bergaya Ghibli menggunakan image-generation.
Menurut data dari firma riset pasar Similarweb yang dilansir dari AFP, Selasa (1/4/2025), jumlah rata-rata pengguna aktif mingguan melewati angka 150 juta untuk pertama kalinya pada tahun ini.
"Kami menambahkan satu juta pengguna dalam satu jam terakhir," kata CEO OpenAI Sam Altman dalam sebuah unggahan di X pada Senin.
Sebagai perbandingan, ChatGPT hanya menambah satu juta pengguna dalam lima hari setelah peluncuran perdananya yang fenomenal lebih dari dua tahun lalu.
Berdasarkan data dari SensorTower, jumlah pengguna aktif, pendapatan langganan dalam aplikasi dan unduhan aplikasi mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada Minggu lalu.
Rekor ini terjadi setelah OpenAI meluncurkan pembaruan model GPT-4o dengan kemampuan generasi gambar yang lebih canggih.
Firma intelijen pasar tersebut melaporkan tiga hal, meliputi unduhan aplikasi ChatGPT secara global naik 11 persen dibanding minggu sebelumnya.
Kemudian, jumlah pengguna aktif mingguan meningkat 5 persen dan pendapatan dari pembelian dalam aplikasi bertambah 6 persen.
Baca juga:
Menanggapi tren ini, Altman mengomentari keterbatasan teknis yang dihadapi perusahaan.
"Sangat menyenangkan melihat orang-orang menyukai fitur gambar di ChatGPT. Tapi GPU kami ‘meleleh,’” ujar Altman pekan lalu.
Demam menciptakan seni AI bergaya Ghibli menggunakan image-generation sedang viral akhir-akhir ini.
Tren viral ini membuat pengguna dari seluruh dunia membanjiri media sosial dengan gambar bergaya khas Studio Ghibli, sebuah studio animasi Jepang yang didirikan oleh sutradara Hayao Miyazaki dan terkenal dengan film-film seperti Spirited Away dan My Neighbor Totoro.
Namun demikian, meluasnya penggunaan alat AI untuk menciptakan gambar bergaya Ghibli juga menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan pelanggaran hak cipta.
"Lanskap hukum terkait gambar AI yang meniru gaya khas Studio Ghibli masih belum jelas. Secara umum, hukum hak cipta hanya melindungi ekspresi spesifik, bukan gaya seni itu sendiri," ujar mitra di firma hukum Neal & McDevitt, Evan Brown.
Hingga saat ini, OpenAI belum memberikan tanggapan resmi terkait data yang digunakan untuk melatih model AI terbaru maupun legalitas fitur yang dibawa.
Komentar lama Miyazaki dari tahun 2016 tentang gambar buatan AI juga kembali mencuat setelah tren ini menjadi viral.
Dalam video tersebut, sutradara legendaris Studio Ghibli tampak mengecam demonstrasi teknologi AI yang diperlihatkan oleh staf.
“Saya sama sekali tidak ingin memasukkan teknologi ini ke dalam karya saya. Saya merasa ini adalah penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri,” demikian pernyataan Miyazaki dalam video tersebut.
Sumber:
(KOMPAS.COM/FAESAL MUBAROK)
View this post on Instagram