Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Fakta & Data

Jepang Alokasikan Dana Triliunan Yen untuk Kesejahteraan Sosial dan Perkuat Pertahanan

Kompas.com - 27/12/2024, 17:00 WIB

Pemerintah Jepang pada Jumat (27/12/2024) menyetujui anggaran terbesar dalam sejarah untuk tahun fiskal mendatang.

Mereka akan meningkatkan alokasi dana kesejahteraan sosial seiring dengan penuanya populasi, serta pertahanan untuk mengatasi ancaman regional.

Anggaran Terbesar dalam Sejarah Jepang

Melansir kantor berita AFP pada Jumat (27/12/2024), anggaran sebesar 115,5 triliun yen itu digunakan untuk tahun fiskal yang dimulai pada April 2025.

Anggaran yang disetujui oleh Kabinet Jepang itu mencakup 8,7 triliun yen untuk pengeluaran pertahanan dan jaminan sosial sekitar 38,3 triliun yen, naik dari 37,7 triliun yen tahun sebelumnya.

Populasi Menua dan Pengaruhnya terhadap Kesejahteraan Sosial

Ilustrasi perawat lansia di Jepang atau kaigo sedang menemani orang tua olahraga ringan.
Ilustrasi perawat lansia di Jepang atau kaigo sedang menemani orang tua olahraga ringan.

Salah satu tantangan besar yang dihadapi Jepang adalah populasi menua.

Penyebabnya, tingkat kelahiran rendah dan pendekatan hati-hati terhadap imigrasi.

Jepang adalah salah satu masyarakat tertua di dunia dan pada tahun ini, proporsi penduduk yang berusia 65 tahun ke atas mencapai rekor 29,3 persen.

Pemerintah Jepang meningkatkan anggaran untuk kesejahteraan sosial, termasuk pensiun dan pelayanan kesehatan bagi warga lanjut usia, untuk mengatasi hal ini.

Baca juga:

Anggaran untuk Pertahanan Jepang

Anggaran pertahanan akan digunakan untuk rekrutmen Pasukan Bela Diri Jepang dan memperbaiki hubungan antara militer Jepang dan AS, terutama di Okinawa. 

Sebagian anggaran juga akan dialokasikan untuk sistem pengumpulan informasi satelit mengenai misil balistik, seperti yang diluncurkan oleh Korea Utara.

Sekaligus informasi satelit pergerakan kapal di sekitar wilayah perairan Jepang, termasuk yang diperebutkan dengan China.

Dalam dokumen pengarahan, Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan bahwa negara ini menghadapi lingkungan keamanan yang paling sulit dan kompleks sejak Perang Dunia II.

Perdana Menteri Shigeru Ishiba memperingatkan bahwa Jepang menghadapi ancaman yang semakin besar dari negara-negara tetangga, terutama China.

Meskipun Jepang memiliki konstitusi pasifis pasca-perang yang membatasi kapasitas militernya, pemerintah Jepang telah memperbarui kebijakan pertahanan dan keamanannya pada 2022.

Dalam kebijakan tersebut, Jepang menekankan tantangan yang ditimbulkan oleh China.

Jepang berkomitmen menggandakan anggaran pertahanannya hingga mencapai standar NATO, yakni dua persen dari PDB, pada 2027.

Meskipun anggaran ini sudah disetujui oleh Kabinet, anggaran tersebut masih perlu mendapatkan persetujuan dari parlemen.

Meskipun Jepang menghadapi tantangan besar baik dalam hal pertahanan maupun populasi, langkah-langkah yang diambil dalam anggaran ini diharapkan dapat memitigasi risiko-risiko tersebut.

          View this post on Instagram                      

A post shared by Ohayo Jepang (@ohayo_jepang)

Halaman:
Editor : YUHARRANI AISYAH

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
 
Pilihan Untukmu
Close Ads

Copyright 2008 - 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.