Sekaligus informasi satelit pergerakan kapal di sekitar wilayah perairan Jepang, termasuk yang diperebutkan dengan China.
Dalam dokumen pengarahan, Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan bahwa negara ini menghadapi lingkungan keamanan yang paling sulit dan kompleks sejak Perang Dunia II.
Perdana Menteri Shigeru Ishiba memperingatkan bahwa Jepang menghadapi ancaman yang semakin besar dari negara-negara tetangga, terutama China.
Meskipun Jepang memiliki konstitusi pasifis pasca-perang yang membatasi kapasitas militernya, pemerintah Jepang telah memperbarui kebijakan pertahanan dan keamanannya pada 2022.
Dalam kebijakan tersebut, Jepang menekankan tantangan yang ditimbulkan oleh China.
Jepang berkomitmen menggandakan anggaran pertahanannya hingga mencapai standar NATO, yakni dua persen dari PDB, pada 2027.
Meskipun anggaran ini sudah disetujui oleh Kabinet, anggaran tersebut masih perlu mendapatkan persetujuan dari parlemen.
Meskipun Jepang menghadapi tantangan besar baik dalam hal pertahanan maupun populasi, langkah-langkah yang diambil dalam anggaran ini diharapkan dapat memitigasi risiko-risiko tersebut.
View this post on Instagram