Bukan Ikan, Riset di Jepang Ungkap Cumi-cumi Kuasai Lautan 100 Juta Tahun Lalu

Ilustrasi cumi-cumi di laut. Peneliti Jepang temukan bahwa cumi-cumi purba menguasai laut 100 tahun lalu. PEXELS/PASCAL INGELREST

OHAYOJEPANG - Tim peneliti dari Universitas Hokkaido menemukan bahwa lautan pada periode Kapur sekitar 70 juta hingga 100 juta tahun lalu, didominasi oleh cumi-cumi.

Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Science dan menunjukkan bahwa populasi cumi-cumi jauh lebih besar dibandingkan ammonit maupun ikan, berlawanan dengan anggapan sebelumnya.

Sebagai hewan bertubuh lunak, cumi-cumi jarang meninggalkan fosil. Umumnya, yang tersisa setelah pembusukan hanyalah paruh mereka.

Baca juga:

Fosil Paruh Cumi-cumi dan Teknik Digital

Tim peneliti mengembangkan teknik digital yang mampu menghasilkan rekonstruksi tiga dimensi dari fosil berukuran sangat kecil untuk meneliti keberadaan cumi-cumi purba.

Menurut Kyodo News (30/8/2025), prosesnya dilakukan dengan memotret irisan batu setebal seper-seratus milimeter secara berulang, lalu menggabungkannya menjadi bentuk utuh.

Mereka menganalisis batuan dari periode Kapur yang ditemukan di Pulau Hokkaido.

Hasilnya, sebanyak 263 fosil paruh cumi-cumi berhasil diidentifikasi, dengan rata-rata panjang sekitar empat milimeter.

Berdasarkan bentuk paruh, peneliti mengklasifikasikan fosil tersebut ke dalam 40 spesies, beberapa di antaranya mirip dengan cumi-cumi modern.

Temuan ini memperlihatkan bahwa meski tubuh lunak sulit diawetkan, teknologi memungkinkan penelitian lebih mendalam terhadap kehidupan laut purba.

Halaman Berikutnya

Halaman:

Kompas.com Play

Lihat Semua
Expand player
Komentar
Dapatkan hadiah utama Smartphone dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!
Tulis komentar Anda...
Lihat komentar tentang artikel ini di Bagian Komentar!