OHAYOJEPANG - Pemerintah Jepang merilis video simulasi berdurasi 10 menit yang menggambarkan skenario letusan besar Gunung Fuji, setara dengan letusan terakhir pada tahun 1707.
Video ini dirilis melalui situs web Kantor Kabinet Jepang bertepatan dengan peringatan Volcanic Disaster Preparedness Awareness Day pada 26 Agustus 2025.
Melansir Kyodo News (30/8/2025), simulasi menggunakan teknologi computer graphics untuk memperlihatkan kondisi setelah letusan.
Dalam video tersebut, pemerintah memperingatkan bahwa pasokan listrik, sistem pembuangan limbah, jalan, hingga jalur kereta api akan terdampak jika letusan besar benar-benar terjadi.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah Jepang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menghadapi potensi bencana gunung berapi.
Simulasi letusan Gunung Fuji ini dibuat berdasarkan skenario yang pernah dirilis Dewan Manajemen Bencana Pusat pemerintah Jepang pada 2020.
Gunung Fuji berada di perbatasan Prefektur Yamanashi dan Shizuoka, kawasan yang juga menjadi lokasi Mount Fuji Research Institute.
Toshitsugu Fujii, profesor emeritus Universitas Tokyo sekaligus Direktur Mount Fuji Research Institute, tampil dalam video simulasi tersebut.
“Cukup tidak biasa Gunung Fuji belum meletus selama lebih dari 300 tahun. Rata-rata, Gunung Fuji biasanya meletus setiap 30 tahun sekali,” ujar Toshitsugu Fujii dalam rekaman itu.