Pengamatan terhadap batuan dari berbagai periode menunjukkan bahwa cumi-cumi mulai muncul sekitar 100 juta tahun lalu.
Dalam kurun sekitar enam juta tahun, mereka berkembang pesat dan jumlahnya meningkat hingga melampaui populasi ammonit.
Ammonit dikenal sebagai kerabat dekat cumi-cumi yang memiliki cangkang keras dan sempat sangat melimpah di lautan purba.
Namun, cumi-cumi diperkirakan berevolusi dengan kemampuan berenang cepat serta kecerdasan yang mendukung mereka dalam berburu makanan.
Keunggulan tersebut membuat cumi-cumi mampu menguasai rantai makanan laut lebih awal dibandingkan ikan.
Setelah peristiwa kepunahan massal di akhir periode Kapur, cumi-cumi tetap bertahan dan bahkan semakin beragam.
Peneliti menyimpulkan bahwa cumi-cumi telah menempati posisi penting dalam ekosistem laut jauh sebelum keberadaan ikan dan paus.
Dominasi mereka tidak hanya berlangsung pada era Kapur, tetapi juga berlanjut hingga masa setelah kepunahan besar.
Hingga kini, cumi-cumi masih menjadi salah satu spesies sentral dalam kehidupan laut modern.
Riset ini menunjukkan bahwa sejarah cumi-cumi adalah kisah tentang adaptasi cepat, kecerdasan, dan kemampuan bertahan dalam perubahan besar ekosistem bumi.
© Kyodo News
@ohayo_jepang Di Jepang, sepeda bukan hanya sebagai alat transportasi, tapi juga bagian dari gaya hidup yang ramah lingkungan!✨ Sepeda banyak digunakan oleh masyarakat Jepang dari berbagai macam kelompok umur, maupun status sosial. Jepang juga banyak memberikan fasilitas bagi para pengguna sepeda, mulai dari area parkir sepeda hingga penyedia sepeda sewaan yang mudah ditemukan di destinasi wisata. Menurut kalian, gimana kalo di Indonesia, kita mulai ikut terinspirasi dan lebih sering untuk bersepeda juga?🤔 Komen yaa… Kreator Konten: Aqila Vitrasya Produser: Luthfi Kurniawan Penulis: Yuharrani Aisyah #ohayojepang #tinggaldijepang #gayahidupsehat #bersepeda ♬ Ayo Bersepeda - Adhot Smith