Perubahan Selama Kerja di Jepang, Awalnya Ragu Kini Lebih Mandiri

Ilustrasi sekelompok pekerja di bidang layanan internasional. PEXELS/KINDEL MEDIA

Tinggal dan bekerja di luar negeri sering kali mengubah seseorang, termasuk bagi Ifah.

Menjadi pekerja dengan status Specified Skilled Worker (SSW) di Jepang bukan sekadar soal pindah negara.

Bagi Ifah, ini adalah proses menemukan jati diri dan membentuk pola pikir baru.

Tiga tahun lalu, Ifah adalah sosok yang bergantung pada orang lain untuk banyak hal.

Namun, hidup di Jepang yang menuntut kemandirian dan ketangguhan perlahan membentuknya menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa.

Artikel ke-18 dari seri SSW ini mengulas bagaimana Ifah tumbuh, bukan hanya sebagai pekerja, tetapi juga sebagai individu yang lebih percaya diri dan mandiri.

Tumbuh Lewat Kemandirian dan Karier

Saat ditanya tentang perubahan paling besar yang ia alami sejak tinggal di Jepang, Ifah menjawab tanpa ragu.

Dengan nada tenang dan serius, ia mengenang masa-masa awalnya di negeri sakura.

"Dulu, saya sangat tergantung pada orang lain. Saya enggak suka melakukan apa pun sendirian. Kalau ke luar rumah atau mengerjakan tugas sehari-hari, saya selalu ingin ada teman. Tapi di Jepang, saya enggak bisa begitu. Saya harus melakukan semuanya sendiri. Awalnya berat, tapi lama-lama saya sadar, kemandirian bikin saya lebih kuat. Saya jadi percaya diri dan bangga bisa menyelesaikan semuanya sendiri."

Apa yang dulu terasa seperti kesepian kini justru menjadi sumber kekuatannya.

Halaman Berikutnya

Halaman:

Kompas.com Play

Lihat Semua
Expand player
Komentar
Dapatkan hadiah utama Smartphone dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!
Tulis komentar Anda...
Lihat komentar tentang artikel ini di Bagian Komentar!