Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Menikmati Kota Nara dari Sisi Berbeda

Kompas.com - 31/Oct/2018, 21:20 WIB
Bila wisatawan berjalan melewati gerbang selatan Kuil Kashihara Jingu di kota Nara, Jepang, maka kuil terluar yang berada di bawah Gunung Fujiyama akan menyambut kita. Kuil Kashihara Jingu dibangun untuk menghormati Kaisar Jimmu (kaisar pertama Jepang) beserta istrinya.
Bila wisatawan berjalan melewati gerbang selatan Kuil Kashihara Jingu di kota Nara, Jepang, maka kuil terluar yang berada di bawah Gunung Fujiyama akan menyambut kita. Kuil Kashihara Jingu dibangun untuk menghormati Kaisar Jimmu (kaisar pertama Jepang) beserta istrinya.

OhayoJepang - Kota Nara di Jepang yang terkenal dengan taman rusa ini merupakan salah satu obyek wisata populer di kalangan wisatawan asing.

Kota yang merupakan ibu kota Jepang pada zaman Nara (710-794 M) ini memiliki banyak tempat yang bagus untuk dikunjungi, seperti daerah Kashihara. Di daerah ini kita tidak hanya dapat menikmati wisata bersejarah, tetapi juga wisata alam.

Pemandangan Alam di Bekas Reruntuhan Kuil Motoyakushiji

Nikmati pemandangan indah bunga eceng gondok di sawah seluas 14.000 meter persegi di bekas reruntuhan Kuil Motoyakushiji. Bunga berwarna ungu muda ini kelopak bunganya mekar ke berbagai arah yang berbeda.

Eceng gondok yang sengaja ditanam di sawah bekas reruntuhan Kuil Motoyakushiji, kota Nara, Jepang, ini paling baik dinikmati pada akhir bulan September.
Eceng gondok yang sengaja ditanam di sawah bekas reruntuhan Kuil Motoyakushiji, kota Nara, Jepang, ini paling baik dinikmati pada akhir bulan September.
Eceng gondok yang sengaja ditanam di sawah bekas reruntuhan kuil Motoyakushiji ini paling baik dinikmati pada akhir bulan September, di mana sekitar empat ratus bunga mekar.

Bagian yang tertinggal dari Kuil Motoyakushiji yang dibangun 1.300 tahun yang lalu ini adalah beberapa pasak batu bekas menara. Kuil ini terhitung sebagai salah satu kuil terbesar pada zaman Asuka (600-709 SM).

Bagian yang tertinggal dari kuil Motoyakushiji di kota Nara, Jepang, yang dibangun 1.300 tahun yang lalu ini adalah beberapa pasak batu bekas menara.
Bagian yang tertinggal dari kuil Motoyakushiji di kota Nara, Jepang, yang dibangun 1.300 tahun yang lalu ini adalah beberapa pasak batu bekas menara.


Informasi Tempat
Bekas Reruntuhan Kuil Motoyakushiji
Alamat: Di sekitar reruntuhan Kuil Motoyakushiji di Kashihara-shi, Kidono-cho
Akses: Jalan kaki 6 menit dari stasiun Unebigoryou-mae
Kintesu Line
Jam operasional: Tidak ada
Hari libur: Tidak ada
Tiket masuk: Tidak ada

Kuil Kashihara Jingu

Kuil ini dibangun untuk menghormati kaisar Jimmu (kaisar pertama Jepang) beserta istrinya. Tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, kuil ini juga memiliki lingkungan yang asri.

Gerbang kuil (tori) besar akan menyambut kita di jalan masuk Kuil Kashihara Jingu di kota Nara, Jepang. Pohon ek berjajar di kanan dan kiri jalan.
Gerbang kuil (tori) besar akan menyambut kita di jalan masuk Kuil Kashihara Jingu di kota Nara, Jepang. Pohon ek berjajar di kanan dan kiri jalan.

Gerbang kuil (tori) besar akan menyambut kita di jalan masuk kuil. Pohon ek berjajar di kanan dan kiri jalan.

Kolam kuil ini memiliki luas sekitar 49.500 meter persegi. Terdapat jembatan yang menghubungkan kedua pinggiran kolam sehingga kita bisa menyeberangi kolam tersebut.

Bila kita berjalan melewati gerbang selatan, kuil terluar yang berada di bawah Gunung Fujiyama akan menyambut kita.

Kuil ini juga menjual jimat yang katanya bisa menjaga kecantikan dan kesehatan.

Di sini terdapat ruang pemeran benda berharga yang memamerkan berbagai benda bersejarah Jepang termasuk pedang kaisar Jepang di zaman Meiji serta benda lainnya yang berhubungan dengan kuil Kashihara Jingu.  

Informasi Tempat
Kashihara Jingu
Alamat: Kashihara-shi, Kume-cho 934
Akses: Jalan kaki sekitar 10 menit dari Kashihara Jingu-mae
Kintetsu Line
Jam operasional: 06.00-18.00 (berubah mengikuti musim); Ruang Pameran: 09.00-16.00
Hari libur: Tidak ada
Ruang Pameran: Senin – Jumat (kunjungan perlu reservasi)
Tiket masuk: Kuil (Gratis), Ruang Pameran (300 yen)

Provided by Japan Walker™ , Kansai Walker™  (11 Oktober 2017)

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR