Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Wajib Coba, Naik Bus Wisata di Tokyo

Kompas.com - 13/Aug/2018, 09:51 WIB
Bus Hato
Bus Hato

OhayoJepang - Tokyo memiliki banyak objek wisata populer. Bahkan, pembuatan rencana jadwal perjalanan (itinerary) menjadi hal yang menyulitkan. Ini kenapa sightseeing bus atau bus wisata berguna untuk memudahkan perjalanan wisata di Tokyo. Bus ini akan mengajak turis berkeliling melihat pemandangan kota Tokyo.

Ada banyak rute yang akan mengantar Anda ke tempat-tempat paling populer di Tokyo. Jadi Anda bisa menemukan tempat-tempat yang memang ingin Anda kunjungi.

Jika Anda ingin mengunjungi beberapa obyek di area yang sama, maka naik bus komunitas yang dijalankan oleh masing-masing distrik merupakan pilihan yang tepat. Tarif bus komunitas lebih murah daripada bus reguler dan beberapa bus komunitas bahkan gratis. Jadi kami sarankan Anda mengecek bus komunitas terlebih dahulu.

Bus Hato

Bus tingkat (double decker bus) dengan lantai kedua beratap terbuka ini akan membawa Anda ke salah satu menara terkenal di Tokyo yaitu Menara Tokyo serta Jembatan Pelangi yang menghubungkan Shibaura dan Odaiba. (Dewasa: 1.800 yen).

Tersedia beragam rute yang berbeda-beda dan bisa dipilih sesuai kebutuhan Anda.  Seorang pemandu wisata akan menemani perjalanan. Jadi Anda bisa mengetahui cerita di balik tempat-tempat yang Anda lewati selama di perjalanan. Tersedia tur dalam Bahasa Inggris dan Bahasa China.

Halte Bus Hato
Halte Bus Hato

Halte bus berwarna kuning, sesuai dengan warna ciri khas perusahaan Hato Bus. Titik keberangkatan bus ada di Stasiun Shinjuku dan Stasiun Tokyo. Patut diingat, tiap rute bisa memiliki titik keberangkatan yang berbeda.

Anda bisa memesan tur dengan bus ini melalui situs web resmi Hato Bus. Menariknya, Anda bisa memesan tur untuk jadwal hingga pukul 23.59 pada hari yang sama (tergantung ketersediaan kursi), ini cocok untuk rencana dadakan.

Anda bisa membayar dengan kartu kredit atau di minimarket. Jika tanggal keberangkatan tidak fleksibel, maka pembayaran hanya bisa dilakukan dengan kartu kredit. Untuk detail mengenai rute dan sebagainya, kunjungi website Hato Bus di https://www.hatobus.co.jp/.

Bus Sky
Bus Sky

Bus Sky

Bus tingkat tanpa atap ini cocok untuk berkeliling melihat-lihat pemandangan. Ada tiga rute yang tersedia: rute "Istana Imperial, Ginza, dan Marunouchi" (dewasa: 1.600 yen, 50 menit), rute "Menara Tokyo dan Jembatan Pelangi" (dewasa: 1.800 yen, 60 menit), dan rute "Panorama Malam Hari Odaiba" (dewasa: 2.100 yen, 120 menit).

Ada pula layanan "Bus Sky Hop" (dewasa: 3.500 yen) yang bisa Anda manfaatkan sepuasnya selama seharian penuh sebanyak tiga rute yaitu “Rute Asakusa and Menara Tokyo Skytree”, “Rute Odaiba", dan “Rute Roppongi dan Odaiba”.

halte Bus Sky Hop
halte Bus Sky Hop

Bus Sky berangkat dari depan gedung Marunouchi Mitsubishi dan kembali ke tempat yang sama setelah tur berakhir. Tersedia pemesanan jauh-jauh hari. Halte Bus Sky Hop (lihat foto) tersedia di Asakusa, Akihabara, Roppongi, Odaiba, dan tempat-tempat wisata populer lainnya. Anda bisa membeli tiket setelah naik bus atau beli di tempat penjualan tiket.  Untuk informasi lebih detail, kunjungi website Sky Bus di http://www.skybus.jp/

Marunouchi Shuttle
Marunouchi Shuttle

Marunouchi Shuttle

Bus gratis ini membawa Anda berkeliling area Otemachi, Marunouchi, dan Yurakucho, yang merupakan daerah fasilitas komersial seperti Gedung Marunouchi. Total ada 14 titik pemberhentian dan ada bus setiap 12-15 menit antara pukul 10.00 sampai 20.00. Satu kali trayek berlangsung selama sekitar 35-40 menit.

Halte Marunouchi Shuttle
Halte Marunouchi Shuttle

Halte Marunouchi Shuttle memiliki papan tanda berwarna merah dengan gambar bus. Ada pemberhentian bus dekat gedung Shin Marunouchi (sebuah fasilitas komersial) dan Hotel Peninsula. Anda tidak memerlukan tiket untuk naik. Jadi pastikan Anda mengecek jadwalnya terlebih dahulu. Anda bebas menggunakan bus tanpa membayar. Untuk melihat jadwal bus di tiap pemberhentian, kunjungi website 
http://www.hinomaru.co.jp/metrolink/marunouchi/

Bus Edo
Bus Edo

Bus Edo

Ada dua rute tersedia yaitu Rute Utara, yang membawa Anda ke Stasiun Shin-Nihombashi, Ningyocho, Suitengu, dan area lain yang menampilkan sisi tradisional Jepang. Rute lainnya yaitu Rute Selatan yang meliputi area Tsukishima, Kachidoki, dan area lainnya di kawasan Teluk Tokyo.

Untuk menyelesaikan Rute Utara dibutuhkan waktu selama 68 menit (70 menit pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional). Sementara itu, Rute Selatan memerlukan waktu 65 menit (73 menit pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional). Bus beroperasi biasanya pada pukul 7.00 sampai 20.00.

halte bus Edo
halte bus Edo

Ada gambar kucing di halte bus. Rute Utara memiliki 30 titik pemberhentian (31 jika pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional) seperti di Stasiun Tokyo tepatnya di pintu keluar sisi utara Yaesu, yang menghubugkan beberapa jalur kereta. Titik lainnya di pintu masuk Suitengu, sebuah kuil Shinto dengan sejarah panjang.

Rute Selatan memiliki 30 titik pemberhentian (36 pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional), termasuk pusat kota Tsukishima dekat jalan Monja dan rumah sakit internasional St. Luke, salah satu institusi medis paling top di negara ini.  Tarif untuk dewasa maupun anak-anak adalah 100 yen. Anda bisa membayar saat naik bus. Pembayaran menggunakan kartu IC juga tersedia. Untuk lebih detail, kunjungi website Bus Edo.

Bus Hachiko
Bus Hachiko

Bus Hachiko

Bus ini didesain berdasarkan anjing setia yang terkenal bernama Hachiko. Bus ini akan mengajak Anda berkeliling area Shibuya. Ada empat rute tersedia: satu rute membawa Anda dari Stasiun Shibuya ke Ebisu, Daikanyama, dan area penuh gaya lainnya (satu trayek memerlukan waktu 90 menit saat hari kerja, melewati 44 titik pemberhentian).

Rute lainnya berkeliling dari Stasiun Shibuya ke Stasiun Yoyogi-Uehara dan melewati museum seni dan tempat wisata lainnya (satu trayek memerlukan waktu 52 menit pada hari kerja, melewati 20 titik pemberhentian).

Rute ketiga berjalan dari kantor distrik Shibuya melewati Tomigaya, Sasazuka, dan area perumahan (perlu waktu 83 menit untuk menyelesaikan satu trayek pada hari kerja, melewati 40 titik pemberhentian).

Rute keempat berangkat dari Stasiun Shibuya ke Omotesando, Harajuku, dan tempat wisata populer lainnya. (perlu waktu 95 menit untuk menyelesaikan satu trayek pada hari kerja, melewati 49 titik

pemberhentian).

Halte bus Hachiko
Halte bus Hachiko

Halte bus ditandai dengan gambar anjing Hachiko. Setiap rute memiliki identitas warna yang berbeda-beda. Ada pemberhentian bus di setiap pusat turistik di Shibuya. Hal ini menjadikan Bus Hachiko cocok untuk menjelajahi area tersebut. Penumpang usia sekolah dasar dan orang lanjut usia, membayar 100 yen saat naik bus. Pembayaran menggunakan kartu IC juga diterima. Untuk informasi lebih detail, kunjungi website Bus Hachiko: https://www.city.shibuya.tokyo.jp/shibuya/com_bus/

Metro Link Nihonbashi

Tersedia dua rute, jalur Metro Link Nihonbashi yang melalui area bersejarah seperti Yaesu, Kyobashi, dan Nihombashi. Rute lainnya adalah jalur Metro Link Nihonbashi E Line, yang melalui Hamamachi, sebuah area perbelanjaan dan bisnis, Ningyocho, dan Kabutocho.   

Rute Metro Link Nihonbashi membutuhkan waktu 40 menit untuk setiap trayek. Bus tersedia setiap 10 menit. Sementara itu, Metro Link Nihonbashi E Line memerlukan waktu 30 menit untuk setiap trayek dan bus tersedia dengan interval selang 22 menit. Metro Link beroperasi dari pukul 10.00 sampai 20.00, sedangkan rute E Line beroperasi mulai pukul 8.00 sampai 18.00 pada hari kerja dan 10.00 sampai 20.00 pada akhir pekan.

Halte bus Metro Link Nihonbashi menampilkan gambar logo, sedangkan pemberhentian E Line memiliki desain berwarna kuning. Pemberhentian kedua bus ini ada di Stasiun Tokyo (pintu keluar Yaesu), yang merupakan akses menuju kereta peluru Shinkansen.

Jadi jika Anda berencana melanjutkan perjalanan ke kota lain setelah berkeliling Tokyo, maka bus ini cocok untuk perjalanan Anda. Bus ini gratis, jadi Anda bisa naik berkali-kali sesuai kebutuhan Anda dan menikmati sisi Jepang yang masih tradisional.

Provided by Travel Photo Guide™ and Japan Walker™ (9 Februari 2018)

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR