Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Tak Hanya Salju, Ada Beruang Kutub di Kebun Binatang Hokkaido Jepang

Kompas.com - 30/Mar/2018, 09:17 WIB
Beruang kutub di kebun binatang Asahikawa di daerah Hokkaido, Jepang
Beruang kutub di kebun binatang Asahikawa di daerah Hokkaido, Jepang

KOMPAS.com - Kebun binatang Asahikawa di daerah Hokkaido, Jepang, memiliki area beruang kutub yang dilengkapi dengan kolam besar dan dibatasi dengan parit sebagai pengganti pagar. Di area beruang kutub ini diadakan pertunjukan “Mogu-mogu Time”, tempat pengunjung dapat melihat sosok beruang yang sedang diberi makan ataupun sedang menyelam di kolam renang.

Pertunjukan ini sangat populer sehingga ada kalanya kita harus antre. Untuk diketahui pada musim dingin jadwal pertunjukan tidak tentu. Di kebun binatang ini ada 4 ekor beruang kutub dengan detail sebagai berikut.

beruang kutub jantan satu-satunya bernama Iwan
beruang kutub jantan satu-satunya bernama Iwan
Pertama, beruang kutub jantan satu-satunya bernama Iwan. Beruang ini lahir di kebun binatang Rusia tanggal 20 November 2000, dan dipindahkan ke kebun binatang ini pada 30 Maret 2002.

beruang kutub betina bernama Lulu
beruang kutub betina bernama Lulu
Kemudian, beruang betina bernama Lulu. Beruang ini lahir di Kebun Binatang Beppu, Prefektur Oita pada 20 November 1994, dan dipindahkan ke kebun binatang ini pada 19 Oktober 2004.

beruang betina bernama Satsuki
beruang betina bernama Satsuki
Selanjutnya, beruang betina bernama Satsuki. Beruang ini lahir di kebun binatang Amerika pada 14 November 1991, dan dipindahkan ke kebun binatang ini pada 9 Februari 2010.

beruang betina bernama Pirika
beruang betina bernama Pirika
Terakhir, beruang betina bernama Pirika. Beruang ini lahir di Kebun Binatang Maruyama yang ada di Sapporo pada 15 Desember 2005, dan dipindahkan ke kebun binatang ini pada 2 Maret 2011. Nama beruang ini diambil dari bahasa Suku Ainu (suku asli Hokkaido, Jepang) yang berarti baik, cantik ataupun lucu.

beruang betina bernama Pirika
beruang betina bernama Pirika
Pirika didatangkan ke kebun binatang ini karena ada proyek pengembangbiakan beruang kutub yang diadakan oleh kebun binatang dan akuarium se-Jepang. Diharapkan dengan mengadakan proyek ini jumlah beruang kutub yang menurun setiap tahunnya bisa sedikit ditanggulangi.

Kebun binatang ini belum berhasil melakukan pengembangbiakan beruang kutub kembali sejak area beruang kutub ini dibuka pada tahun 2002. Namun, kebun binatang ini merupakan kebun binatang pertama di Jepang yang berhasil melakukan pengembangbiakan beruang kutub.

Beruang kutub pertama di Jepang lahir pada November 1974  sebanyak 1 ekor
Beruang kutub pertama di Jepang lahir pada November 1974 sebanyak 1 ekor
Beruang kutub pertama di Jepang lahir pada November 1974 sebanyak 1 ekor, diikuti dengan kelahiran 1 ekor beruang pada 1976, 2 ekor beruang pada 1979 dan terakhir 1 ekor beruang pada 1981. Setelah itu, sempat ada beberapa kelahiran tetapi semua anak beruang tidak tumbuh sampai dewasa dan mati.

Meskipun sulit, kebun binatang di Jepang tidak menyerah untuk membantu kelahiran anak beruang kutub selanjutnya.

Kebun binatang menggabungkan kandang beruang jantan dan betina pada Maret lalu, karena bulan Maret sampai Juni merupakan musim kawin beruang kutub. Bila perkawinan ini berjalan lancar, anak beruang akan lahir setelah 195 sampai 265 hari.

beruang di kebun binatang Asahikawa di daerah Hokkaido, Jepang, saat musim dingin.
beruang di kebun binatang Asahikawa di daerah Hokkaido, Jepang, saat musim dingin.
Musim dingin merupakan musim di mana beruang paling banyak bergerak. Karena itu, ada baiknya bila melihat beruang kutub pada musim ini.

Informasi Tempat
Kebun Binatang Asahiyama kota Asahikawa
Alamat : Asahikawa-shi, Higashi Asahikawa-cho, Kuranuma
Akses : Kereta atau Bus khusus ke kebun binatang Asahiyama dari stasiun Sapporo
Jam operasional : Musim dingin 10.30-15.30 (Loket tutup pukul 15.00)
Hari libur : 30 Desember – 1 Januari
Tiket masuk : Dewasa 820 Yen, murid SMP ke bawah gratis

*Kredit foto : Kebun Binatang Asahiyama kota Asahikawa

Provided by Japan Walker™ , Hokkaido Walker™ (13 Desember 2017)

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR