Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Serial Geger Budaya Balik: Naik Kereta di Jepang vs Indonesia

Kompas.com - 16/Dec/2019, 17:38 WIB
Ilustrasi naik kereta di Jakarta.
Ilustrasi naik kereta di Jakarta.

OhayoJepang - Tinggal di luar negeri akan mengubah kebiasaan hidup kamu tanpa disadari. Hal ini karena kamu jadi terbiasa dengan budaya lokal di negara tersebut. Hal ini terjadi juga pada orang asing yang tinggal di Jepang. 

Orang yang tinggal lama di Jepang akan beradaptasi dengan budaya lokal Jepang. Semakin lama masa tinggal seseorang, kebiasaan orang tersebut akan semakin mirip dengan orang Jepang.

Begitu dia kembali ke negara asalnya dia akan mengalami geger budaya terbalik (reverse-culture shock). Orang yang mengalami ini perlu menyesuaikan diri lagi dengan cara hidup di negara asalnya.

Pada serial kali ini, kamu akan membagikan pengalaman geger budaya balik yang dialami oleh editor Ohayo Jepang saat naik kereta.  

Penulis Ohayo kali ini terbiasa naik kereta di Indonesia saat masa kuliahnya pada 2009-2013.

Ia terbiasa berpergian dengan menggunakan kereta, sehingga saat tinggal di Jepang dia juga menggunakan kereta yang merupakan transportasi umum yang paling banyak digunakan di area perkotaan oleh orang Jepang. 

Hal yang paling mengagetkan penulis saat pertama kali menggunakan kereta di Jepang adalah banyaknya jumlah jalur dengan berbagai jenis perusahaan yang berbeda, kedatangan kereta yang tepat waktu dan ketertiban orang saat menunggu kereta.

Pada suatu hari, penulis memiliki kesempatan untuk kembali dan berlibur ke Indonesia setelah tinggal di Jepang selama 4 tahun. Di Indonesia, ia menemui beberapa geger budaya balik, terutama saat berusaha keluar dari kereta yang penuh tapi tidak ada orang yang memberikan jalan.

Dulu ia terbiasa berusaha mendorong diri ke arah pintu satu atau dua stasiun sebelum stasiun tujuan agar bisa keluar dengan mudah dari kereta, tetapi kali ini ia lupa dan hampir terbawa ke stasiun selanjutnya karena sama sekali tidak bisa keluar.  

Hal lain yang sedikit mengagetkan dia adalah waktu kedatangan kereta. Di tempat tinggalnya di Jepang kereta datang per lima menit, sedangkan saat kembali ke Indonesia kereta datang per sepuluh menit.

Halaman:
Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

Komentar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.