Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Ini Daftar Hari Libur Nasional Jepang, Penting untuk Rencanakan Kunjungan ke Jepang

Kompas.com - 27/May/2019, 09:39 WIB
Hatsumode atau kunjungan kuil pertama adalah ritual penting yang harus dilakukan pada rentang waktu beberapa hari pada tahun baru.
Hatsumode atau kunjungan kuil pertama adalah ritual penting yang harus dilakukan pada rentang waktu beberapa hari pada tahun baru.

OhayoJepang - Jika Anda berencana pergi ke Jepang dalam waktu dekat, sangat penting untuk mengetahui acara dan hari libur nasional yang akan datang. Biasanya saat hari libur nasional, tempat wisata tidak hanya dipenuhi wisatawan asing, tetapi juga penduduk lokal. Berikut daftar hari raya di Jepang.          

Tanggal*

Hari Libur atau Acara

Libur Nasional

1 Januari

Tahun Baru (O-shougatsu)

2 Januari

Bank Libur

3 Januari

Bank Libur

Senin minggu ke-2 pada bulan Januari

Hari Kedewasaan

(Seijin no hi)

11 Februari

Hari Fondasi Nasional

(Kenkoku Kinenbi)

21 Maret

Hari Ekuinoks Musim Semi (Shunbun no hi)

29 April

Hari Showa (Showa no hi)

3 Mei

Hari Peringatan Konstitusi (Kenpou kinenbi)

4 Mei

Hari Hijau (Midori no hi)

5 Mei

Hari Anak (Kodomo no hi)

Senin minggu ke-3 pada bulan Juli

Hari Laut/Hari Maritim

(Umi no hi)

11 August

Hari Gunung (Yama no hi)

Sekitar pertengahan Agustus

Obon

Senin minggu ke-3 bulan September

Hari Penghormatan untuk Orang Lanjut Usia (Keirou no hi)

22 atau 23 September

Hari Ekuinoks Musim Gugur (Shuubun no hi)

Sekitar pertengahan akhir bulan September

Silver Week (Pekan Perak)

Senin minggu ke-2 bulan Oktober

Hari Kesehatan dan Olahraga (Taiiku no hi)

3 November

Hari Budaya (Bunka no hi)

23 November

Hari Buruh Nasional

(Kinrou kansha no hi)

23 Desember (tanggal ini berubah pada tahun 2019)

Ulang Tahun Kaisar

(Tennou no tanjoubi)

29 Desember

Libur akhir tahun (Nenmatsu nenshi)

30 Desember

31 Desember

Aturan umum yang berlaku, jika hari libur jatuh pada akhir pekan, maka perayaannya akan dipindah pada hari Senin. Jika tanggal suatu perayaan jatuh di antara dua hari libur nasional, maka tanggal tersebut juga berubah menjadi hari libur nasional.

Libur Akhir Tahun

Selama (atau bahkan beberapa hari sebelum dan setelah) libur akhir tahun, akan terjadi kepadatan di bandara dan stasiun kereta (terutama Shinkansen), karena orang-orang pulang ke kampung halamannya untuk berlibur. Jadi bisa dibilang, tiket pesawat untuk rute domestik dan bahkan internasional akan sulit didapatkan dan harganya juga sangat mahal.

Golden Week

Hari libur favorit lainnya selain masa perayaan tahun baru adalah Golden Week (Pekan Emas). Golden Week biasanya berlangsung pada akhir April hingga awal bulan Mei. Biasanya orang-orang mulai merencanakan perjalanan liburan selama sepekan tersebut dan banyak destinasi wisata yang dipromosikan untuk liburan Golden Week.

Obon

Orangtua dan anak yang sudah dewasa untuk hidup terpisah merupakan hal yang biasa di Jepang. Pada waktu Obon lah biasanya anggota keluarga berkumpul di kampung halaman dan memberi penghormatan pada leluhur dengan mengunjungi kuburan. Perjalanan domestik (terutama Shinkansen dan bullet train) akan mahal dan padat pada masa ini.

Silver Week

Silver Week (Pekan Perak) merupakan hari libur dua atau tiga hari atau sebuah liburan panjang yang tanggalnya kerap berubah setiap tahun. Pada masa ini, cuaca panas dari musim panas sudah mulai menghilang, sehingga cuacanya cocok untuk kegiatan aktivitas luar ruangan.

Tidak ada hukum yang mengatur bahwa suatu bisnis harus tutup pada hari libur nasional. Namun beberapa perusahaan biasanya tutup saat masa liburan akhir tahun. Jadi pastikan Anda mencari tahu dulu.  

Selain itu, orang Jepang biasanya bepergian ke luar negeri maupun secara domestik pada periode liburan tersebut. Jadi jangan kaget jika tempat-tempat wisata akan dipadati pengunjung dan jalanan jadi lebih macet. Namun, banyak tempat sengaja mengadakan acara spesial untuk menarik perhatian orang, sehingga perjalanan liburan layaknya penduduk lokal juga layak dicoba.

Provided by Karaksa Media Partner (17 April 2019)

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR