Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Hotel Kapsul di Jepang Ini Bergaya Seperti Kabin First Class, Mewah Tapi Terjangkau

Kompas.com - 24/Apr/2019, 09:32 WIB
First Cabin Hotel adalah hotel kapsul yang terinspirasi dengan kabin kelas utama dalam sebuah pesawat.
First Cabin Hotel adalah hotel kapsul yang terinspirasi dengan kabin kelas utama dalam sebuah pesawat.

OhayoJepang - Mencari hotel yang cocok untuk diinapi selalu menjadi hal penting saat berwisata. Ini adalah hotel dengan konsep menarik yang mungkin bisa Anda coba saat berkunjung ke Jepang.

Tarif menginapnya lumayan terjangkau. Namun untuk sebuah kapsul hotel, bermalam di tempat ini akan membuat Anda merasa sebagai penumpang first class di pesawat. Ini adalah hotel konsep bergaya modern yang layak untuk dicoba.

Hal terbaik dari semuanya adalah lokasi hotel yang berada di pusat kota. Tentu saja hal ini akan memudahkan Anda saat bepergian di Jepang. Hotel ini tersedia di berbagai kota di Jepang. Kami pun mencoba bermalam di cabang Midosuji Namba.

Kamar hotel tampak sepert kabin First Class
Kamar hotel tampak sepert kabin First Class

Kamar hotel tampak sepert kabin First Class. Hal ini membuat menginap menjadi pengalaman yang berkesan mewah walaupun tengah berada di sebuah hotel kapsul. Amenities juga tersedia sehingga Anda bisa mendapatkan fasilitas yang Anda butuhkan di dalam hotel. Hotel terbagi dalam lantai khusus untuk pria dan lantai khusus untuk perempuan.

Tersedia berbagai amenities, seperti pengering rambut dan mesin catokan tersedia di tempat berhias.
Tersedia berbagai amenities, seperti pengering rambut dan mesin catokan tersedia di tempat berhias.

Lampu di kamar bisa dibuat temaram sehingga menimbulkan atmosfer yang menenangkan.
Lampu di kamar bisa dibuat temaram sehingga menimbulkan atmosfer yang menenangkan.

Anda bisa tinggal berjam-jam dengan adanya wifi gratis, lounge, dan sauna serta spa.
Anda bisa tinggal berjam-jam dengan adanya wifi gratis, lounge, dan sauna serta spa.

Fasilitas spa dan sauna
Fasilitas spa dan sauna

Fasilitas spa dan sauna dipenuhi fasilitas yang memadai. Inilah tempat yang tepat untuk rileks setelah lelah bepergian. Ada pula fasilitas panggilan pijat di kamar untuk tamu yang sudah terlalu lelah ke ruang spa.

Anda diberi smartphone selama bepergian yang bisa digunakan untuk menelpon dan internet gratis selama di perjalanan.
Anda diberi smartphone selama bepergian yang bisa digunakan untuk menelpon dan internet gratis selama di perjalanan.

Dari pengalaman unik ini, kami menyimpulkan bahwa hotel ini mengubah kesan hotel kapsul konvensional ke level yang lebih tinggi. Hanya saja, karena ini hotel kapsul, tamu diharapkan tidak berisik. Tamu diharapkan dapat tenang di area kamar tidur untuk menghormati tamu lain yang tengah beristirahat.

Tenang saja, ada area lounge dan bilik telepon tersedia untuk mengobrol atau menelpon teman. Komik manga dan minuman juga tersedia di area lounge.

Adanya berbagai fasilitas yang tersedia di hotel ini membuat pengalaman menginap menjadi begitu nyaman. Kami menginap saat musim dingin dan alat pelembab udara tersedia di setiap kamar untuk digunakan tamu yang merasa udara terlalu kering.

Bahkan, pakaian tidur juga tersedia sehingga Anda bisa membawa pakaian lebih ringan. Ada pula kotak penyimpanan di setiap kamar untuk menyimpan barang berharga, hal yang biasanya tidak tersedia di hotel kapsul.

Pengalaman ini benar-benar berkaca pada konsep first class di pesawat, yaitu segala hal untuk kenyamanan penumpang disediakan. Anda bahkan tidak perlu susah-susah menyewa ponsel, mencari koneksi internet, ataupun khawatir akan keamanan saat menginap.

Jadi jika Anda tengah mencari hotel untuk menginap di Jepang, pastikan Anda pertimbangkan First Cabin Hotel. Dan, nikmati pengalaman first class di darat!

Informasi Tempat
First Cabin Midosuji Namba
Alamat: Gedung Namba Midosuji 4F 4-2-1, Namba, Distrik Chuo, Osaka
Nomor telepon: +81-6-6631-8090
Check-in pada pukul 15.00, Check-out pukul 10.00.
Situs resmi: https://first-cabin.jp/en/hotels/18

Provided by Karaksa Media Partner (26 Februari 2019)

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR