Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Tradisi

Orang Jepang Percaya Angka Keberuntungan dan Angka Sial, Ini Panduan Pemakaiannya

Kompas.com - 13/Aug/2019, 09:34 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

OhayoJepang - Beberapa budaya di dunia mempercayai angka-angka tertentu sebagai angka keberuntungan dan angka ketidakberuntungan atau angka sial. Salah satu anggota tim OhayoJepang di Jepang menyadari uniknya kepercayaan orang Jepang terhadap angka-angka keberuntungan, saat ia berbicara dengan teman Jepangnya mengenai pemilihan apartemen dan hal-hal yang harus diperhatikan saat menghadiri pesta pernikahan di Jepang.

Jadi, apakah sebenarnya angka-angka keberuntungan ini? Pada artikel kali ini, kami akan membahas angka keberuntungan maupun angka sial yang menjadi kepercayaan orang Jepang.

 Angka keberuntungan

8: tertulis “八” dalam kanji. Bentuknya yang melebar di ujung, menyimbolkan harapan untuk keberuntungan yang terus berlanjut. Alasan yang sama juga berlaku pada kipas tangan khas Jepang dipandang sebagai benda yang membawa keberuntungan. Hal ini karena bentuknya yang melebar saat dibuka. 

Angka sial

4: Angka ini mengingatkan orang Jepang pada kematian karena angka ini berhomonim dengan kata “死” (berarti kematian).

9: Angka ini mengingatkan orang Jepang pada penderitaan, karena angka 9 berhomonim dengan “苦” (berarti kesulitan atau penderitaan)

13: Angka ini dipengaruhi budaya barat yang menganggap angka 13 merupakan angka sial. Angka ini memiliki citra yang buruk. 

Angka ganjil dan genap

Angka ganjil memiliki karakter sebagai sesuatu tidak bisa dibagi dua. 

Oleh karena itu, angka ini dipandang baik untuk upacara pernikahan karena jadi bermakna harapan agar pasangan tidak akan terpisahkan. Sebagai tamu yang menghadiri pesta pernikahan, berhati-hatilah dalam memberikan uang amplop (goshugi) untuk pengantin. Sebaiknya berikan uang dalam jumlah ganjil, misalnya 3 lembar baru 5,000 yen atau 10,000 yen. Selain itu, calon pengantin pun akan menyiapkan jumlah hadiah untuk tamu (hikidemono) dalam angka ganjil. 

Angka ini juga dipandang baik saat ada pemakaman, dengan harapan hubungan antara yang meninggal dan seluruh keluarga yang ditinggalkan tidak akan terputus. Sama seperti pernikahan, tamu yang datang perlu memperhatikan jumlah uang yang diberikan. Uang kedukaan ini disebut dengan koden.

Dengan melihat kepercayaan pada angka-angka ini, kamu akan bisa mengenali budaya Jepang yang unik, yaitu berbagai hal dalam hidup memiliki makna tertentu. Sebaiknya kamu mengingat hal-hal ini terutama ketika kamu perlu menghadiri suatu acara selama di Jepang. 

Provided by Karaksa Media Partner (29 Mei 2019)

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR