Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Fakta & Data

Cerita Mahasiswa Jepang di Mataram Belajar Sejarah dan Geologi Indonesia

Kompas.com - 31/08/2025, 20:33 WIB

OHAYOJEPANG - Belasan mahasiswa Jepang yang tergabung dalam project officer AMSEP Indonesia for Japan 2025 mengunjungi Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kunjungan itu menjadi pengalaman berharga karena mereka bisa mempelajari langsung warisan sejarah, kebudayaan, hingga kearifan lokal di NTB.

Salah satu peserta, Yuri Yoshida, mahasiswa fakultas kedokteran asal Jepang, mengaku kunjungan ke Museum NTB membuka wawasannya tentang Indonesia.

"Yang awalnya saya tidak tau bahwa di Indonesia, di pulau yang berbeda, bisa beda suku juga beda budayanya. Jadi, setelah kunjungan ke museum NTB saya menjadi tahu," ujarnya di Mataram melansir Antara News (29/8/2025).

Yuri menjelaskan, kunjungan ini bukan hanya mengenalkan sejarah dan budaya, tetapi juga memperkaya pengetahuan tentang geologi.

Ia menyinggung fenomena gunung berapi dunia seperti Gunung Salamas dan Gunung Tambora yang turut dipelajari di museum.

Selain itu, ia juga terkesan dengan rumah adat yang mencerminkan identitas masyarakat NTB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari AMSEP, program pertukaran mahasiswa kedokteran Asia yang dikelola AMSA.

Program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa mengikuti pertukaran pra-klinis atau klinis selama 5 hingga 10 hari sesuai cabang yang dipilih.

Dalam program tersebut, peserta tidak hanya belajar pendidikan kedokteran dan praktik klinis.

Mereka juga diajak merasakan budaya negara tujuan, mulai dari mengunjungi landmark ikonis, menikmati kuliner khas, hingga melihat koleksi museum.

Baca juga:

Museum NTB sebagai Pusat Eduwisata dan Diplomasi Budaya

Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, mengatakan kedatangan 16 mahasiswa Jepang menjadi momentum penting untuk mengenalkan NTB lebih luas ke dunia.

"Kunjungan mahasiswa Jepang membuktikan bahwa prospek budaya ke depan sangat penting tidak hanya sebagai identitas saja, tapi juga menjadi pusat riset dan eduwisata baik secara nasional maupun internasional," katanya.

Menurut Nuralam, kunjungan mahasiswa asing juga membuka ruang bagi diplomasi budaya.

Melalui interaksi langsung, mereka bisa memahami kearifan lokal, tradisi, serta nilai yang hidup di tengah masyarakat NTB.

"Jadi mereka akan membawa cerita tentang NTB ke negara mereka. Ini adalah bentuk diplomasi budaya yang harus terus kami dorong," pungkasnya.

@ohayo_jepang Jepang emang juaranya dalam hal disiplin dan efisiensi! ✨ Bayangin, dalam 7 menit aja, tim pembersih Shinkansen bisa bikin kereta yang baru aja dipakai ratusan orang jadi kinclong lagi dan siap berangkat! 🚄✨ Dari jadwal kereta yang selalu tepat waktu sampai sistem kerja yang super terorganisir, gak heran kalau Jepang terkenal dengan budayanya yang serba efisien. 🗳️ Polling Time! Tapi kalau diterapin di Indonesia, kira-kira bisa nggak ya? 🤔 Kreator Konten: Zahra Permata Jodea Produser: Luthfi Kurniawan Penulis: YUHARRANI AISYAH #OhayoJepang #Tinggaldijepang #KerjadiJepang ♬ Soft Pillow - Bedroom dreams
Halaman:
Editor : YUHARRANI AISYAH

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
 
Pilihan Untukmu
Close Ads

Copyright 2008 - 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.