Dalam program tersebut, peserta tidak hanya belajar pendidikan kedokteran dan praktik klinis.
Mereka juga diajak merasakan budaya negara tujuan, mulai dari mengunjungi landmark ikonis, menikmati kuliner khas, hingga melihat koleksi museum.
Baca juga:
Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, mengatakan kedatangan 16 mahasiswa Jepang menjadi momentum penting untuk mengenalkan NTB lebih luas ke dunia.
"Kunjungan mahasiswa Jepang membuktikan bahwa prospek budaya ke depan sangat penting tidak hanya sebagai identitas saja, tapi juga menjadi pusat riset dan eduwisata baik secara nasional maupun internasional," katanya.
Menurut Nuralam, kunjungan mahasiswa asing juga membuka ruang bagi diplomasi budaya.
Melalui interaksi langsung, mereka bisa memahami kearifan lokal, tradisi, serta nilai yang hidup di tengah masyarakat NTB.
"Jadi mereka akan membawa cerita tentang NTB ke negara mereka. Ini adalah bentuk diplomasi budaya yang harus terus kami dorong," pungkasnya.
@ohayo_jepang Jepang emang juaranya dalam hal disiplin dan efisiensi! ✨ Bayangin, dalam 7 menit aja, tim pembersih Shinkansen bisa bikin kereta yang baru aja dipakai ratusan orang jadi kinclong lagi dan siap berangkat! 🚄✨ Dari jadwal kereta yang selalu tepat waktu sampai sistem kerja yang super terorganisir, gak heran kalau Jepang terkenal dengan budayanya yang serba efisien. 🗳️ Polling Time! Tapi kalau diterapin di Indonesia, kira-kira bisa nggak ya? 🤔 Kreator Konten: Zahra Permata Jodea Produser: Luthfi Kurniawan Penulis: YUHARRANI AISYAH #OhayoJepang #Tinggaldijepang #KerjadiJepang ♬ Soft Pillow - Bedroom dreams