Oshi no Ko: Anak Idola adalah manga karya Aka Akasaka dan ilustrasi oleh Mengo Yokoyari yang pertama kali terbit pada April 2020.
Kisahnya mengikuti kehidupan Aquamarine dan Ruby Hoshino, anak dari idola legendaris Ai Hoshino.
Mereka ternyata reinkarnasi dari dokter dan pasien yang memiliki masa lalu menyedihkan.
Mengangkat dunia hiburan Jepang dari sudut pandang kelam dan emosional, manga ini mengeksplorasi bagaimana industri idol tidak selalu seindah yang tampak.
Kamu bisa membaca sinopsis Oshi no Ko: Anak Idola volume satu sampai lima di Ohayo Jepang.
Baca juga:
"Kalau seorang aktor yang diremehkan dan dianggap payah oleh semua orang tiba-tiba melakukan sesuatu yang luar biasa, pasti bakal mengguncang, 'kan?"
Volume ini berfokus pada episode Drama Panggung 2,5 Dimensi yang akhirnya memasuki masa pementasan.
Naskah yang awalnya ditolak oleh penulis aslinya, Abiko Samejima, akhirnya berhasil disempurnakan lewat kolaborasi dengan penulis naskah GOA.
Namun, naskah yang emosional ini justru memaksa para aktor, termasuk Aqua, untuk menggali sisi terdalam dari diri mereka.
Aqua, yang masih dihantui trauma tentang ibunya, Ai, harus menampilkan akting emosional yang menguras mental.
"Bagiku, berakting adalah pembalasan dendam."
Drama panggung "Tokyo Blade" akhirnya dimulai.
Di atas panggung, dua aktris yang berseteru sejak kecil, Kana Arima dan Akane Kurokawa, akhirnya saling beradu akting.
Di tengah tekanan dan emosi, Aqua harus memilih: tetap terjebak dalam trauma atau melewatinya demi pertunjukan.
Drama ini bukan sekadar pementasan, tapi juga arena pertarungan emosional para pemainnya. Volume ini menjadi klimaks dari episode Drama Panggung 2,5 Dimensi.
Setelah drama panggung selesai, Ruby dan kawan-kawan B-Komachi generasi baru memutuskan untuk syuting video musik di Kota Takachiho, tempat mitos dan kenangan masa lalu.
Aqua dan Akane juga ikut serta sebagai bentuk rekreasi.
Namun, perjalanan ini malah membawa Aqua pada informasi baru tentang ayah kandungnya dan membuat semangat balas dendamnya mulai padam.
Sementara itu, hubungan antar karakter juga mulai berkembang ke arah yang lebih personal.
Ruby menemukan fakta mengejutkan: ternyata pembunuh Ai dua orang, dan salah satunya masih hidup dengan bebas.
Marah dan terpukul, Ruby bersumpah akan membalas dendam dengan tangannya sendiri.
Setengah tahun berlalu, dan karier semua karakter mulai bergerak ke arah baru.
Volume ini membuka Episode 7: Main Story, sebuah babak baru dalam perjalanan mereka di dunia hiburan.
Ruby terlibat dalam liputan cosplay yang berujung pada flaming besar-besaran di internet.
Tapi alih-alih down, Ruby memanfaatkan momen ini sebagai peluang untuk meningkatkan popularitasnya.
Sementara itu, Aqua akhirnya menemukan kebenaran tentang pembunuhan Ai, informasi penting yang akan mengubah arah cerita ke depannya.
"Dunia hiburan ini berputar sambil menghancurkan hati dan kehidupan anak-anak."
Ruby yang makin populer mulai melangkah ke dunia yang lebih gelap, penuh konflik, dan perpecahan.
Tekadnya untuk membalas dendam atas kematian Ai dan Goro membakar jalannya di dunia hiburan.
Di sisi lain, Aqua kembali memantapkan niat balas dendam setelah berbicara dengan Ichigo Saito.
Tapi yang mengejutkan, Kana Arima juga terseret ke dalam skandal setelah bertemu dengan sutradara ternama dengan harapan mendapat peran.
Skandal ini jadi ujian besar untuk karier dan reputasinya.
"Apa arti kebohongan untuk Ruby?"
Setelah skandal Kana mencuat lewat majalah gosip, Aqua mencoba menutupinya dengan mengganti fokus artikel.
Namun, artikel pengganti itu justru membongkar fakta bahwa Ai melahirkan pada usia 16 tahun, lengkap dengan identitas asli anak-anaknya.
Ruby yang merasa pengkhianatan terhadap “kebohongan” yang dijaga ibunya, langsung menolak tindakan Aqua.
Ketegangan kakak-adik ini memuncak.
Di tengah konflik ini, dimulailah proyek film “Kebohongan 15 Tahun”, yang berpotensi membuka kembali semua luka lama.
View this post on Instagram