Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Tips & Trik

Tips Bijak Gunakan Paylater untuk Mahasiswa Indonesia di Jepang, Ini Kata Ahli Keuangan

Kompas.com - 02/04/2025, 09:05 WIB

Analis Senior Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Grani Ayuningtyas Harman menuturkan bahwa kemudahan akses paylater membuatnya kian populer di berbagai kalangan, terutama generasi muda.

Grani menyoroti pentingnya pemahaman terhadap kebutuhan dan kemampuan membayar saat menggunakan layanan paylater.

“Anak muda suka karena praktis dan mudah diakses. Tinggal pencet-pencet saja paylater-nya. Saran saya adalah pinjamlah sesuai kebutuhan dan kemampuan untuk membayar,” ujar Grani dalam acara Financial Glow Up: Kunci Hidup Hemat dan Investasi bagi Pelajar di Jepang, Sabtu (22/3/2025).

Ia menambahkan, penting juga untuk membedakan antara utang produktif dan konsumtif. Kedua hal ini dapat dilihat dari tingkat urgensi penggunaan paylater.

“Perlu pengendalian diri dalam menilai seberapa mendesak kita berutang. Evaluasi kembali kemampuan kita untuk melunasi pinjaman tersebut,” lanjut Grani.

Bukan cuma di Indonesia, layanan paylater atau Buy Now Pay Later (BNPL) juga mengalami peningkatan pesat di Jepang, khususnya kalangan Milenial dan Generasi Z.

Menurut laporan Research and Markets, kalangan ini tertarik dengan skema pembayaran fleksibel yang ditawarkan paylater.

Generasi muda Jepang juga cenderung memilih paylater sebagai alternatif kartu kredit, sejalan dengan budaya Jepang yang relatif menghindari utang berlebihan.

Ilustrasi transaksi menggunakan debit atau kredit.
Ilustrasi transaksi menggunakan debit atau kredit.

Senada dengan Grani, perencana keuangan Reza Oskar juga menyoroti pentingnya informasi yang memadai sebelum memutuskan memakai paylater.

Informasi ini mencakup besaran bunga, tujuan penggunaan paylater, serta risiko yang mungkin muncul.

“Sebisa mungkin gunakan paylater ketika benar-benar dalam situasi mendesak. Bayarlah secara penuh dan segera. Hindari mencicil, karena pembayaran bertahap justru akan menambah beban bunga,” jelas Reza.

Reza turut menekankan pentingnya mencatat anggaran bulanan bagi mahasiswa, khususnya para perantau di Jepang.

Menurutnya, mencatat anggaran adalah langkah awal yang efektif dalam mengelola keuangan sekaligus menghindari jebakan utang.

Beberapa kiat lainnya adalah mencatat dan memilah prioritas antara kebutuhan dan keinginan, menyisihkan sebagian pendapatan atau uang saku, serta memanfaatkan diskon dan promosi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dengan cara tersebut, mahasiswa dapat mengelola keuangan secara lebih terstruktur.

Sebagai catatan, OJK melaporkan penyaluran pembiayaan produk BNPL di sektor perbankan mencapai Rp 22,75 triliun hingga Januari 2025.

Jumlah rekening pengguna layanan ini juga meningkat menjadi 24,44 juta dari sebelumnya sebanyak 23,99 juta rekening.

Baca juga:

Sumber: 

  • Research and Markets: https://www.fintechfutures.com/techwire/japan-buy-now-pay-later-market-report-2025-competitive-landscape-and-regulatory-developments-in-japans-bnpl-market-a-58-34-billion-market-by-2030/

(KOMPAS.COM/FAESAL MUBAROK)

          View this post on Instagram                      

A post shared by Ohayo Jepang (@ohayo_jepang)

Halaman:
Editor : YUHARRANI AISYAH

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
 
Pilihan Untukmu
Close Ads

Copyright 2008 - 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.