“Memang untuk karier sendiri kami tidak dibatasi. Selagi mampu, kami dikasih kesempatan seluas-luasnya,” ungkap Ahmad.
Setelah 11 tahun bekerja, Ahmad kini menjabat sebagai leader atau kepala ruangan di salah satu perawatan lansia di Jepang.
Ia juga kerap menjadi pembicara dalam berbagai seminar, mewakili perusahaannya.
Perusahaan tempatnya bekerja memberikan dukungan penuh untuk pengembangan kariernya.
Baca juga:
Selain fokus pada pekerjaannya, Ahmad juga aktif dalam Ikatan Perawat Muslim Indonesia (IPMI) Jepang. Ia menjabat sebagai Kepala Divisi Advokasi IPMI Jepang.
Komunitas ini membantu memfasilitasi tukar informasi untuk pekerja Indonesia yang hendak mengikuti ujian kompetensi di Jepang.
“Di komunitas kami, terdapat kegiatan-kegiatan yang tidak hanya bermanfaat sebagai media silaturahmi atau temu kangen bagi anggotanya saja, tetapi di komunitas tersebut kami juga dapat saling memberikan dukungan satu sama lain, terutama bagi teman-teman yang hendak mengikuti Ujian Nasional Perawat di Jepang,” papar Ahmad.
IPMI juga aktif melakukan kegiatan bantuan sosial kemanusiaan kepada tunawisma di Tokyo, salah satunya yang terakhir dilakukan pada 16 Maret 2025.
“Saya rasa kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerimanya saja, tetapi juga dapat memperkenalkan Indonesia secara luas di sini,” kata Ahmad.
(KOMPAS.COM/FAESAL MUBAROK)
View this post on Instagram