Jumlah wisatawan Indonesia yang mengunjungi Jepang pada Januari 2025 mencapai 63.200 orang, meningkat 53,1 persen dibandingkan dengan Januari 2024.
Peningkatan tersebut diikuti dengan tingginya permintaan pengajuan visa, kecuali bagi pemilik e-paspor.
Wisatawan Indonesia yang ingin mengajukan visa ke Jepang harus melalui Japan Visa Application Centre (JVAC) yang dikelola oleh VFS Global.
Pemohon visa harus mengetahui prosedur pengajuan visa yang benar guna menghindari penipuan dan kesalahan.
Lonjakan pengajuan permohonan visa juga sejalan dengan meningkatnya risiko penipuan visa.
Menurut siaran pers VFS Global pada Kamis (13/3/2025), berikut tips bagi pemohon visa untuk menghindari risiko penipuan.
Ajukan permohonan visa segera setelah kamu memesan tiket pesawat dan penginapan.
Sebagian besar negara menerima permohonan visa hingga 90 hari (3 bulan) sebelum tanggal keberangkatan.
Mengajukan visa sedini mungkin memastikan kesediaan semua dokumen aplikasi yang diperlukan, untuk menghindari penundaan pada menit akhir.
Mengulur waktu pengajuan visa hingga saat akhir membuat pemohon rentan terhadap penipuan yang ingin mengambil kesempatan dari urgensi pemohon visa.
VFS Global atau pihak ketiga mana pun tidak memiliki pengaruh atau peran dalam keputusan permohonan visa.
Beberapa negara mungkin mengenakan biaya layanan yang perlu dibayar di muka.
Pemohon harus waspada terhadap penipu atau entitas yang mengklaim bekerja sama dengan VFS Global.
Selain itu, pemohon juga harus berhati-hati terhadap pihak yang berpura-pura sebagai VFS Global untuk menjual janji temu atau menjamin keputusan penerbitan visa.
Pastikan semua step-by-step permohonan visa sesuai regulasi yang berlaku dan tidak ada iming-iming.
Pemohon disarankan berhati-hati terhadap penipu yang menawarkan pekerjaan palsu atau peluang imigrasi untuk memperoleh uang.
Baca juga:
Kamu juga sebaiknya menyiapkan semua dokumen pengajuan visa dengan benar. Hindari melakukan kesalahan agar visa bisa diterbitkan.
Berikut beberapa kesalahan permohonan visa yang sering terjadi dan cara untuk menghindarinya:
Pemohon harus memastikan bahwa informasi yang tercantum pada formulir aplikasi, seperti nama, nomor paspor, dan tanggal lahir sesuai dengan dokumen resmi yang dimiliki.
Pemohon harus mengunggah foto sesuai dengan format yang diminta.
Panduan foto harus tepat berdasarkan negara tempat kamu mengajukan permohonan.
Kekurangan satu dokumen saja dapat membuat aplikasi dianggap tidak lengkap.
Pemohon harus memastikan bahwa laporan bank yang diserahkan telah disahkan sesuai ketentuan yang berlaku untuk beberapa tujuan tertentu.
Meskipun banyak wisatawan yang mengerti pentingnya laporan bank, sering kali laporan ini tidak diautentikasi dengan benar.
(KOMPAS.COM/FAESAL MUBAROK)
View this post on Instagram