Game kartu digital Pokémon Trading Card Game Pocket (Pokemon TCG Pocket) terbaru diunduh lebih dari 60 juta kali dengan pendapatan sekitar 180 dollar Amerika sejak dirilis pada 30 Oktober 2024 di seluruh dunia.
Pokémon TCG Pocket merupakan versi virtual dari game koleksi kartu yang populer di kalangan anak sekolah sejak akhir 1990-an.
Game yang dikembangkan oleh anak perusahaan Nintendo, The Pokemon Company, menggabungkan pembukaan "booster" yang setara dengan paket kartu tersegel, mengumpulkan makhluk, dan pertempuran daring.
"Pokemon TCG Pocket menunjukkan salah satu performa terkuat dari semua gim seluler sepanjang masa," Sam Aune, seorang analis di firma intelijen pasar digital Sensor Tower, mengatakan kepada kantor berita AFP pada Rabu (18/12/2024).
Mereka memperkirakan game menghasilkan sekitar 180 juta dollar Amerika melalui Apple dan Google hanya dalam waktu enam minggu.
Pokémon TCG Pocket buatan studio game Jepang Creatures Inc., ini menduduki peringkat kedua gim seluler berdasarkan pendapatan bulan pertama.
Sementara itu, peringkat pertama ditempati Pokémon Go.
Baca juga:
Pada 2016, Pokémon Go mencuri perhatian dunia dengan meraup lebih dari 200 juta dollar Amerika dalam bulan pertama peluncurannya.
Game berbasis augmented reality (AR) ini berhasil menciptakan fenomena global dan mendorong jutaan pemain untuk keluar rumah berburu makhluk virtual yang muncul di layar ponsel mereka.
Selain meraih pendapatan besar dari platform digital, Pokémon Go juga turut membawa dampak positif pada dunia offline.
Penjualan kartu fisik Pokémon mengalami lonjakan dan game ini kembali populer di kalangan anak-anak sekolah.
Menurut Frederique Tutt, seorang pakar pasar mainan dari firma riset pasar Circana, fenomena ini membawa pemain kembali tertarik pada merek Pokémon.
"Kartu fisik tetap menjadi inti merek, sesuatu yang ingin dimiliki kolektor untuk dimainkan dan diperjualbelikan," ujar Tutt.
Pokémon TCG Pocket, yang membawa pengalaman membuka dan bermain kartu ke dunia digital, menjadi contoh bagaimana konsep kartu perdagangan yang sudah populer sejak 1990-an terus berkembang.
Game-game seperti Gwent dari The Witcher III dan Hearthstone dari Warcraft juga menunjukkan bagaimana permainan kartu memiliki tempat istimewa di hati para gamer.
Simon Carless, pendiri GameDiscoverCo, menjelaskan bahwa Pokémon TCG Pocket secara efektif menghadirkan pengalaman bermain paket kartu ke dunia digital.
"Ini sebenarnya pengalaman yang sangat tidak berubah dibandingkan dengan permainan kartu fisik yang cerdas, dan itulah mengapa orang-orang menyukainya," tambah Carless.
Di media sosial, para pemain aktif membagikan video saat membuka kartu baru atau berpartisipasi dalam turnamen.
Mereka menyematkan tagar #PokemonTCG yang kini sudah ada lebih dari 1,5 juta unggahan di TikTok.
Adapun adaptasi digital dari permainan kartu Pokémon sendiri sudah ada sejak beberapa dekade lalu.
Game Boy dirilis di Eropa pada 2000, diikuti oleh versi PC pada awal 2010-an.
Meskipun Pokémon TCG Pocket dapat diunduh secara gratis, pemain tetap didorong untuk melakukan pembelian dalam aplikasi untuk mendapatkan lebih banyak kartu.
Salah satu contoh pemain yang merasakan dampak dari game ini adalah Sacha Bernard, seorang guru berusia 33 tahun dari Creteil, pinggiran kota Paris.
Ia mengaku tertarik dengan karakter-karakter Pokémon serta sesi permainan yang singkat dan cepat.
"Sejak diluncurkan, saya mungkin telah menghabiskan sekitar 70 euro," katanya kepada AFP.
"Ini benar-benar pertama kalinya sebuah permainan seluler membuat saya menghabiskan uang sebanyak itu," pungkas Sacha.
View this post on Instagram