Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Choshi-gawa, Sungai Jernih Berwarna Hijau Zamrud di Jepang

Kompas.com - 26/Oct/2018, 10:13 WIB
Choshi-gawa adalah sungai yang mengalir di Kihoku-cho, salah satu kota di Prefektur Mie, Jepang, yang memiliki curah hujan yang signifikan.
Choshi-gawa adalah sungai yang mengalir di Kihoku-cho, salah satu kota di Prefektur Mie, Jepang, yang memiliki curah hujan yang signifikan.

OhayoJepang - Choshi-gawa adalah sungai yang mengalir di Kihoku-cho, salah satu kota di Prefektur Mie, Jepang, yang memiliki curah hujan yang signifikan.

Air hujan yang mengalir ke dalam sungai bersama zat mineral ini lah yang membuatnya menjadi jernih. Sampai-sampai sungai ini mendapat sebuatan “Choshi-gawa Blue” karena memiliki warna hijau zamrud yang berkilauan.

Saking jernihnya, Anda dapat melihat ikan yang berenang di dasar sungai.

Jika liburan di Jepang, tak ada salahnya mampir ke sungai yang jernih ini. Berikut cara menghabiskan satu hari di Choshi-gawa.

1. Bermain di Sungai Choshi-gawa

Perjalanan diawali dengan bermain air di hulu Sungai Choshi-gawa, sungai yang dikelilingi batu karang dengan aliran air yang tenang dan berwarna hijau zamrud.

Senjojiki Kawakami adalah area di hulu sungai yang berada di bawah jembatan gantung Uotobi. Anda juga dapat merasakan suasana misterius ketika permukaan air sungai nan hijau meluas saat cuaca cerah.

Anda mungkin akan bertemu dengan beragam ikan di sekitar palung Ninggara. Tapi ingat, ikan-ikan ini tidak boleh ditangkap! Hati-hati juga karena ketinggian air akan bertambah setelah hujan.

Tanemaki Gonbe no Sato, fasilitas taman dengan kebun tradisional Jepang, yang juga dapat digunakan sebagai lokasi parkir mobil.

Palung Saruma dengan air terjun dengan ketinggian sekitar tiga meter. Diwajibkan untuk mengenakan jaket pelindung atau helm bila ingin bermain perosotan di sini.

Hirao, lokasi bermain air yang digemari karena dekat dengan parkiran dan toilet. Sungai cukup luas dengan aliran sungai yang tenang, namun Anda harus tetap berhati-hati karena ada beberapa tempat yang cukup dalam.

Senjojiki, sebuah batu karang besar dengan permukaan yang datar, yang digunakan sebagai daerah "pinggiran kolam".

Karena warna air dipengaruhi oleh cahaya matahari, jam terbaik untuk bermain di sungai yang memiliki panjang sekitar 17 km ini adalah antara 11.00-15.00. Atau saat matahari berada tepat di atas, dan pemandangan pepohonan di sekitar sungai pun terlihat sangat indah.

Informasi Lokasi:
Alamat:    Mie, Kitamuro-gun, Kihoku-cho
Jam Operasional:    Bebas
Hari Libur:    -
Biaya:    Gratis

2. Mengunjungi Michi no Eki Kaizan yang dekat dengan lokasi bersejarah

Tempat beristirahat di tepi jalan, Michi no Eki Kaizan dikunjungi oleh banyak wisatawan pada hari libur karena memiiki akses yang mudah ke Magose Toge Kumanokomichi yang tercatat sebagai salah satu warisan dunia versi Unesco.

Tempat ini dilengkapi dengan bagian informasi, di mana Anda dapat memeriksa berbagai hal yang berhubungan dengan kondisi jalan atau cuaca melalui layar sentuh atau monitor. Selain itu, ada juga fasilitas restoran yang menjual banyak hidangan khas daerah tersebut.

Anda dapat mencicipi Mikan Float (400 yen), minuman es yang diberi sari buah jeruk dengan soft cream dan saus jeruk di atasnya.

Anda dapat mencicipi Mikan Float (400 yen), minuman es yang diberi sari buah jeruk dengan soft cream dan saus jeruk di atasnya.
Anda dapat mencicipi Mikan Float (400 yen), minuman es yang diberi sari buah jeruk dengan soft cream dan saus jeruk di atasnya.

Dapatkan juga Oshizushi (390 yen) yang kaya warna. Sushi yang dibuat dengan menggunakan bunga Myoga (sejenis jahe Jepang) ini umum disajikan dalam acara-acara tradisional di daerah Kaizan.

Sanma Dog (320 Yen). Roti dengan isian irisan kubis dan tatsutaage (gorengan) ikan sanma yang merupakan produk khas daerah ini.

Informasi Lokasi:
Alamat:    Mie, Kitamuro-gun, Kihoku-cho, Aiga 1439-3
Jam Operasional:    9:00~18:00 (khusus Agustus: 9:00-19:00)
Hari Libur:    -

3. Menyantap makanan lokal di Restoran Kikuzushi

Tujuan berikutnya adalah restoran Kikuzushi yang berjarak sekitar dua menit dengan mobil dari Michi no Eki Kaizan.

Di restoran ini, Anda dapat mencicipi Kaki no Hitsumabushi (hidangan dengan potongan daging kerang Kaki) yang pernah memenangkan pertandingan “Kihoku Local Gourmet Grand Prix” sebanyak dua kali berturut-turut.

Kaki no Hitsumabushi (1.500 Yen), hidangan dengan potongan daging kerang lokal jenis Watarigaki yang dibudidaya di danau Kisui-ko.

Anda dapat memilih untuk duduk di kursi atau duduk “lesehan” di tatami.

Informasi Lokasi:
Alamat:    Mie, Kitamuro-gun, Kihoku-cho, Aiga 849-2
Jam Operasional:    11:00-14:00 (LO 13:30, 16:00-20:00 (LO19:30)
Hari Libur:    Senin (atau hari selanjutnya di hari libur nasional)

4. Beristirahat di pemandian air panas yang dicintai oleh penduduk lokal

Perjalanan diakhiri dengan beristirahat di pemandian Kainagashima Kori Onsen yang berjarak sekitar 25 menit dengan mobil dari restoran Kikuzushi.

Pemandian air panas alami ini terletak di area Kori yang dikelilingi oleh alam yang memesona. Ciri khas pemandian ini adalah mata airnya yang mengandung natrium dan hidrogen karbonat, yang menghasilkan air yang pekat.

Selain itu, khasiatnya yang dapat menyembuhkan cedera otot dan menghilangkan lelah, membuat banyak penduduk lokal terus mengunjungi pemandian ini.

Bak mandi hanya ada di bagian dalam pemandian. Tersedia sabun dan sampoo.

Informasi Lokasi:
Alamat:    Mie, Kitamuro-gun, Kihoku-cho, Kori 816
Jam Operasional:    10:00-21:00 (20:00) *Rabu minggu ke-empat: 13:00-21:00
Hari Libur:    -
Biaya:    510 yen

Provided by Kansai Walker (1 August 2017)

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR