Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Catat, “Itinerary” Tur Satu Hari Menikmati “Ayuzushi” dan “Onsen” di Yoshino Jepang

Kompas.com - 5/Sep/2018, 13:06 WIB
Yoshino
Yoshino

OhayoJepang - Yoshino, sebuah kota di Prefektur Nara, Jepang, merupakan salah satu situs warisan dunia yang memiliki kekayaan alam. Menuju Yoshino bisa melalui Stasiun Osaka Abenobashi dengan menggunakan Kintetsu Minami Osaka Line.

Berhenti sejenak di Stasiun Yoshino-guchi yang memiliki penampakan retro dan membeli ayuzushi, hidangan dari ikan, yang terkenal.

Setelah ganti kereta Kintetsu Express, perjalanan menuju ke Stasiun Yoshino tersisa kira-kira 26 menit. Selama perjalanan, Anda dapat menikmati pemandangan Sungai Yoshino di sebelah kanan sambil melaju, sebuah bagian perjalanan dengan pemandangan yang sangat indah.

Anda akan melewati Sungai Yoshino yang tenang dengan jembatan besi. Saat sampai di Stasiun Yoshino, lanjutkan perjalanan ke Yoshino-yama atau Gunung Yoshino yang merupakan situs warisan dunia yang diselimuti dedaunan pohon maple yang masih hijau.

Jika telah mengunjungi Kuil Kimpusen-ji dan istirahat sejenak menikmati jajanan khas Yoshino, mari menyusuri jalan-jalan kecil dengan aroma harum dedaunan.

Pukul 10:30
Yanagi-ya, toko di dalam stasiun JR Yoshino-guchi

Yanagi-ya merupakan toko yang menjual bento/bekal yang bisa disebut sebagai toko pertama di dalam stasiun kereta. Toko ini didirikan pada pertengahan akhir zaman Meiji.

Makanan yang terkenal dari toko ini sejak sebelum perang adalah ayuzushi. Hidangan ini menggunakan satu ekor ikan ayu (ikan manis) utuh yang merupakan produk dari Sungai Yoshino.

Setelah turun dari kereta Kintetsu, Anda bisa membelinya di toko yang ada di antara peron nomor 2 dan 3. Lalu, mari menunggu kereta Kintetsu Express.

Ayuzushi dengan harga 820 yen
Ayuzushi dengan harga 820 yen

Ikan ayu yang telah dipotong dibakar dan direndam dengan asam cuka. Ikan ditaruh di atas nasi untuk sushi utuh. Sushi memiliki rasa yang segar. Aroma dari ikan ayu pun menyebar saat dimakan. Jika menambah sedikit perasan dari lemon, akan terasa lebih segar.

“Kakinoha sushi mix” seharga 1.100 yen
“Kakinoha sushi mix” seharga 1.100 yen

Kakinoha Sushi merupakan makanan asal dari Prefektur Nara berupa sushi yang dibungkus dengan daun kaki (kesemek). Ini merupakan produk terkenal dari Yoshino dan dibuat dengan tangan setiap harinya.

Gambar di atas merupakan foto dari satu kotak sushi yang berisi delapan bungkus, campuran dari ikan makarel dan ikan salmon. Satu kotak dengan lima bungkus ikan makarel/salmon dijual dengan harga 650 yen.

Memanggil penjaga toko, lalu membeli bento
Memanggil penjaga toko, lalu membeli bento

Karena di sini juga menjual makanan ringan dan makanan, Anda bisa membeli camilan di sini.

Menikmati bento dengan santai.
Menikmati bento dengan santai.

Kereta Kintetsu Express memiliki jendela yang besar sehingga pemandangan sungai Yoshino dan gunung di belakangnya terlihat dinamis. Menikmati bento dengan santai.

Informasi tempat:
Yanagi-ya
Alamat: Toko di dalam stasiun JR Yoshino-guchi
Jam operasional: 7:00~12:30
Libur: tidak ada
Jumlah kursi: 10 orang, terhubung dengan ruang tunggu untuk kereta api

Pukul 12:00
Kuil utama dari salah satu sekte ajaran Buddha, kuil Kimpusen-ji

Gunung Yoshino dulunya disebut sebagai Kimpusen. Tempat ini dikatakan sebagai kawasan suci dari Shugendou (salah satu ajaran di Jepang yang menggabungkan konsep Shinto dan Buddha). Hal ini terutama setelah pertapa masuk pada pertengahan akhir abad ke-7 untuk berziarah dan memahami mengenai Kongo Zaougongen.

Kongo Zaougongen merupakan sosok dewa yang disembah di Kuil Kimpusen-ji . Sosok tersebut dipahat di Yamazakura, yang sekarang disembah di  kuil utama Oominesan-ji dan Kimpusen-ji Zaoudou. Kimpusen-ji Zaoudou merupakan kuil Buddha yang berdoa kepada Zaougongen (hal utama yang disembah pada ajaran Shugendou).

Zaoudou
Zaoudou

Bersama dengan Nioumon (sedang dalam renovasi), kawasan ini menjadi salah satu bagian dari “Sacred Sites and Pilgrimage Routes in the Kii Mountain Range” atau “Situs Suci dan Rute Ziarah di Pegunungan Kii”. Pada tahun 2004, Kuil Kimpusen-ji dan Niouman dinobatkan sebagai situs warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Jika melihat ke belakang akan tampak pemandangan dari hamparan pegunungan.

Informasi tempat:
Kuil Kimpusen-ji
Alamat: Yoshino-gun, Yoshino-cho, Yoshino-yama 2500
Jam operasional: Zaoudou 8:30~16:00 (terakhir bisa masuk)
Libur: tidak ada
Biaya: masuk Zaoudou 500 yen, saat ada upacara khusus 1000 yen

Pukul 13:30
Kudzuya Nakai Shunpuudou

Hon kudzu (tepung yang dibuat dari kuzu/sejenis kacang) produk dari Yoshino terus digemari. Kuzuya Nakai Shunpuudou merupakan toko yang khusus menjual kudzu dari Yoshino.

Selain menjual kue yang terbuat dari kudzu di depan toko, ada pula kafe. Hal yang menarik adalah adanya jendela besar sehingga pelanggan bisa menikmati pemandangan dari Yoshino seperti sebuah lukisan.

Melihat pemandangan hijau dan menyeruput kuzu-kiri, dua hal yang menyegarkan. Kuzu-kiri adalah makanan yang terbuat dari tepung kudzu yang dilarutkan dengan air, kemudian dipanaskan dan dipadatkan, lalu dipotong tipis panjang.

Yoshino honkudzu giri
Yoshino honkudzu giri

Makanan ini hanya nikmat dimakan jika tidak melebihi 10 menit setelah disajikan. Wujudnya transparan mengejutkan. ”Yoshino honkudzu giri” dapat dinikmati dengan harga 800 yen

Mari makan dengan mencelupkannya ke kuromitsu (sirup yang dibuat dari brown sugar) terlebih dahulu.

Meja konter merupakan kursi spesial karena bisa melihat langsung pemandangan.
Meja konter merupakan kursi spesial karena bisa melihat langsung pemandangan.

Dedaunan hijau yang paling cantik pada musim ini. Meja konter merupakan kursi spesial karena bisa melihat langsung pemandangan. Ada juga orang yang datang mengincar kursi ini.

Pemilik toko Nakai-san
Pemilik toko Nakai-san

Informasi tempat:
Kuzuya Nakai Shunpuudou
Alamat: Yoshino-gun, Yoshino-cho, Yoshino-yama 545
Jam operasional: 10:00~17:00, kafe 10:00~16:30 (last order)
Libur: hari Rabu
Jumlah kursi:19 (dilarang merokok)

Pukul 14:30
Yumoto Hounoya

Terletak di bagian kota yang disebut Nakasenbon, penginapan “Yumoto Hounoya“ terkenal dengan dengan pemandian terbuka “aun no yu”. Di sana Anda bisa melihat pemandangan yang menakjubkan dari Gunung Yoshino.

Jika Anda telah melemaskan badan di pemandian mari bersantai di lobi. Dari lobi pun dapat menikmati pemandangan. Ada pula Aryuveda (teknik pengobatan dari India) yang memerlukan reservasi maksimal tujuh hari sebelum datang.

Memandangi pegunungan dari “aun no yu”
Memandangi pegunungan dari “aun no yu”

Ada pula pemandian dalam ruangan dengan air panas “bisai kihou no yu”.

Pemandangan kota klasik masih tersisa di sekitar penginapan.
Pemandangan kota klasik masih tersisa di sekitar penginapan.

Pemandangan kota klasik masih tersisa di sekitar penginapan. Namun, saatnya menuju ke destinasi berikutnya dengan perasaan santai untuk berjalan-jalan.

Informasi tempat:
Yumoto Hounoya
Alamat: Yoshino-gun, Yoshino-cho, Yoshino-yama 937
Jam operasional: Pemandian untuk liburan PP 1 hari 14:30-19:00, saat ramai jumlah pengunjung dibatasi
Libur: tidak tentu
Biaya: Pemandian dewasa 1000 yen, termasuk handuk

Pukul 16:00
Sasayaki no komichi (jalan kecil dengan bisikan alam)

Berbeda dengan jalan ke arah kota dari Stasiun Yoshino, Sasayaki no Komichi merupakan rute hiking yang menyambungkan stasiun dan Kamisenbon.

Berjalan sambil mendengar kicauan burung, suara air yang mengalir, dan suara pohon yang bergesekan karena angin. Ini adalah rute yang tenang dan damai. Dari kota, berjalanlah terus menuju ke arah kuil Yoshimizu, dan menuruni gunung.

Pertama-tama menuju ke arah Kuil Yoshimizu
Pertama-tama menuju ke arah Kuil Yoshimizu

Jika melanjutkan perjalanan ke jalan sempit di kanan akan keluar ke Sasayaki no Komichi.

Yoshino
Yoshino

Dari celah antar pohon berhembus angin yang sejuk dan beraroma harum. Anda pasti akan dapat berelaksasi.

Informasi tempat:
Sasayaki Komichi
Alamat: Yoshino-gun, Yoshino-cho, Yoshino-yama
Jam operasional: bebas untuk jalan-jalan
Libur: tidak ada
Biaya: gratis untuk jalan-jalan

Provided by Japan Walker™, Kansai Walker™ (5 Juni 2018)

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR