Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Mari Berkenalan dengan Budaya Jepang

Kompas.com - 31/Jul/2019, 10:25 WIB
ILUSTRASI - Musim sakura di Jepang
ILUSTRASI - Musim sakura di Jepang

OhayoJepang - Apa yang muncul di benakmu saat memikirkan budaya Jepang? Bisa jadi yang kamu pikirkan adalah pop culture seperti anime, manga dan karaoke. Atau, citra yang lebih tradisional seperti kimono, upacara tradisional, dan kuil. Mungkin juga yang terlintas di pikiran adalah aktivitas yang berhubungan dengan musim di Jepang seperti tradisi melihat sakura mekar (hanami) atau menikmati daun-daun memerah saat musim gugur. 

(Baca: Tak Sekadar Melihat Sakura, Ini Makna Musim Semi bagi Orang Jepang)

Budaya Jepang menghadirkan tradisi yang begitu beragam. Ada unsur keunikan yang begitu lestari dan menarik, sehingga membuat penasaran para turis. Bahkan bagi orang asing yang menetap di Jepang, mereka melihatnya sebagai kesempatan untuk berinteraksi dengan budaya Jepang dengan lebih mendalam. 

Berikut beberapa budaya khas Jepang yang akan kamu alami dan temukan saat menetap di Jepang:

Bahasa Jepang

Bahasa Jepang kerap dideskripsikan sebagai struktur yang spesial dan unik. Karakter Hiragana, Katakana, dan Kanji menjadi dasar dari Bahasa Jepang. Hal yang membuat sulit bagi orang yang tidak berbicara dalam Bahasa Jepang saat mempelajari Bahasa Jepang adalah ada kata-kata yang memiliki kesamaan makna tetapi dengan perbedaan ekspresi dan kegunaan yang tergantung situasinya.

Perbedaan yang tipis ini kadang hanya bisa dimengerti dengan memahami budaya negara ini sendiri. Hal ini membuat Bahasa Jepang begitu menarik sekaligus menantang untuk dipelajari.

ILUSTRASI - Alfabet Bahasa Jepang
ILUSTRASI - Alfabet Bahasa Jepang

Budaya Tradisional Jepang

Budaya tradisional Jepang merupakan hasil sejarah selama berabad-abad. Negara ini membentuk budayanya sendiri sambil mengadopsi budaya dari negara-negara tetangga sejak masa kuno. Seperti tampak pada karakter Kanji yang asalnya dari China dan juga agama Buddha. 

Pada periode Heian, budaya tradisional umumnya dibentuk oleh para bangsawan. Pada masa abad pertengahan ini, masyarakat yang dipimpin oleh kalangan shogun atau bakufu (orang Indonesia mengenalnya dengan sebutan para samurai), pun terbentuk. Banyak dari budaya tradisional Jepang yang saat ini begitu dikenal, seperti upacara minum teh atau gaya arsitektur shoin, diciptakan pada masa kejayaan samurai ini. 

Halaman:
Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

Komentar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.