Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Musim Hujan di Jepang Ternyata Berbeda dengan Indonesia

Kompas.com - 26/Jun/2019, 09:16 WIB
Musim hujan di Jepang
Musim hujan di Jepang

OhayoJepang - Musim hujan di Jepang biasanya berlangsung pada bulan Juni. Orang Jepang menyebut musim ini sebagai tsuyu (梅雨) yang secara harfiah berarti hujan plum. Konon, disebut seperti itu karena buah plum matang di musim hujan. 

Kali ini salah satu penulis Ohayo Jepang berwarga negara Indonesia yang bekerja di Jepang, akan menuturkan pengalamannya saat kali pertama merasakan musim hujan di Jepang. Ia menemukan musim hujan di Jepang ternyata berbeda dengan musim hujan di Indonesia. 

Hujan sepanjang hari

hujan
hujan

Bila di Indonesia hujan deras biasanya hanya turun sebentar dan kemudian kembali cerah, hujan di Jepang kerap turun seharian, dari intensitas hujan yang deras kemudian mengecil lalu kembali menjadi deras. Hujan yang turun terus menerus ini akan membuat setiap orang wajib membawa payung saat berpergian. Oleh karena itu, penting mengecek ramalan cuaca sebelum keluar rumah.

Perempuan dewasa mengenakan sepatu bot 

Salah satu hal menarik yang bisa dilihat di sini adalah banyak perempuan dewasa yang mengenakan sepatu bot sebagai salah satu fashion musim hujan. Saat hujan di Indonesia, sebagian besar orang yang mengenakan sepatu bot adalah anak-anak.

“Dengan menggunakan sepatu bot, kaki kita kan tidak akan basah sama sekali dan saat berjalan tidak perlu menghindari kubangan air,” ujar seorang staf Jepang di tim OhayoJepang.

Di Jepang, tidak perlu malu menggunakan peralatan musim hujan seperti sepatu bot atau jas hujan, karena mereka menjual desain lucu sampai keren yang cocok untuk orang dewasa. Meskipun hujan, kamu tidak akan kehilangan mood untuk keluar rumah. Produk musim hujan ini biasanya bisa ditemukan di berbagai toko di Jepang.

Serba lembab

hujan
hujan

Saat musim dingin, di Jepang udara begitu kering. Namun saat musim berganti ke musim hujan, udara berubah menjadi lembab. Kelembaban ini menjadi musuh untuk makanan, rambut, dan baju. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menangani pakaian yang lembab adalah dengan menggunakan moisture absorber (penyerap udara lembab) yang dijual di toko obat dan menaruhnya di dalam lemari baju.  

Halaman:
Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

Komentar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.