Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Cari Jodoh ala Orang Jepang, Tradisi Kencan Buta “Gokon” untuk Para Jomblo

Kompas.com - 25/Jun/2019, 14:12 WIB
Tradisi Kencan Buta “Gokon”
Tradisi Kencan Buta “Gokon”

OhayoJepang - Kata “gokon” (dibaca: gokong) mungkin familiar bagi kamu yang menonton drama Jepang. Kata ini sering keluar di berbagai anime ataupun drama Jepang. Gokon mengacu pada kencan buta yang dilakukan oleh orang Jepang untuk menemukan pasangan.

Kata gokon sendiri merupakan gabungan kata dalam Bahasa Jepang, dari kata godo yang berarti bersama-sama dan kata compa yang berarti kegiatan minum-minum yang diadakan oleh perempuan dan laki-laki muda untuk lebih mengenal lebih jauh.

Artikel ini akan mengupas lebih jelas budaya gokon, berikut liputannya.

Bagaimana Awal Pembuatan Rencananya?

Biasanya gokon diadakan oleh seorang laki-laki dan perempuan yang berteman. Keduanya mengundang teman atau kenalannya masing-masing untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Kedua orang ini pulalah yang akan menentukan jumlah orang yang akan ikut serta. Restoran tempat diadakan kegiatan ini biasanya dipilih oleh grup laki-laki yang berpartisipasi karena merekalah yang nantinya paling banyak membayar makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Tanggal, waktu, dan tempat biasanya ditentukan terlebih dahulu. Setelah itu barulah hal-hal terperinci lainnya ditentukan.

Beberapa orang Jepang menyebutkan bahwa jumlah ideal untuk gokon adalah enam orang, tiga orang perempuan dan tiga orang laki-laki. Dengan jumlah ini, setiap orang bisa memilih tipe yang disuka karena jumlahnya dianggap pas serta waktunya pun cukup banyak untuk mengobrol dan mengenal satu sama lain.   

Apa Saja yang Dilakukan?

Perempuan Jepang lah yang biasanya melakukan persiapan lebih banyak, terutama persiapan dalam hal pemilihan busana. Pada kegiatan ini tentu mereka berusaha untuk menampilkan kesan terbaik. Mereka akan sangat peduli dengan keseimbangan busana agar tidak terlalu mencolok, tidak terlalu biasa, dan tidak terlalu lucu.

Kebanyakan dari mereka mencontek busana dari majalah fashion. Terkadang di majalah ini ada bagian yang membahas tampilan busana yang baik untuk digunakan saat gokon.

di majalah fashion ada bagian yang membahas tampilan busana untuk gokon
di majalah fashion ada bagian yang membahas tampilan busana untuk gokon

Selama gokon berlangsung, kelompok perempuan dan laki-laki biasanya duduk berhadap-hadapan. Acara ini dimulai dari perkenalan diri yang berisi nama lengkap, nama panggilan, daerah asal, jenis pekerjaan yang dilakukan, hobi, dan apa yang diharapkan dengan mengikuti acara kumpul-kumpul ini.

Peserta gokan mulai minum dan mengawalinya dengan “kampai”.
Peserta gokan mulai minum dan mengawalinya dengan “kampai”.

Kemudian mereka akan mulai minum dan mengawalinya dengan “kampai” (bersulang) yang dilanjutkan dengan makan dan berbincang-bincang. Lalu, mereka akan dibagi ke dalam pasangan agar bisa mengenal lebih mendalam. Biasanya sudah mulai terbentuk pasangan, karena perempuan atau laki-laki akan menanyai berbagai macam hal ke orang yang menarik bagi dirinya.

Setelah selesai berbincang-bincang, umumnya dilakukan kegiatan yang akan membuat nuansa gokon lebih menyenangkan dan ringan. Berikut beberapa permainan tersebut.

O-sama Game

O-sama Game (berarti: King’s Game) adalah permainan yang sering dilakukan saat gokon. Permainan ini bisa dilakukan hanya dengan bermodal pulpen dan waribashi (sumpit yang menyatu dan harus dibelah sebelum digunakan) sebagai stick yang akan digunakan untuk permainan. Bila tidak ada sumpit, bisa juga menggunakan kertas yang dibentuk seperti stick kecil.

Sumpit yang digunakan berjumlah sama dengan peserta. Pada satu ujung sumpit akan dituliskan kata “O-sama”, pada sumpit sisanya akan dituliskan angka. Kemudian, sumpit ini akan diacak sambil menyembunyikan bagian tulisannya, biasanya menggunakan tempat sumpit yang ada.

Setelah itu, semua orang harus mengambil sumpit secara bersamaan. Orang yang mendapatkan sumpit bertuliskan “O-sama” akan menjadi raja dan bisa memerintah pemain lainnya satu per satu. Tentu pemain lainnya harus mengikuti titah raja tersebut.

Titah raja berupa perintah sederhana seperti “ceritakan hal paling memalukan selama hidup” sampai dengan perintah yang sulit seperti “cium si A”.    

Menggubah Tempat Duduk

Setelah sekitar satu jam kegiatan ini berlangsung, mereka akan mengubah posisi duduk agar bisa mengobrol dengan pasangan lainnya. Di sini biasanya kelompok perempuan dan laki-laki akan memberikan kode kepada teman sekelompoknya untuk memberi tahu mana yang mereka suka.

Kode ini bisa bermacam-macam, salah satunya dengan menaruh sumpit dan mengarahkannya ke orang yang disuka.

Pergi ke Karaoke Setelah Makan-Makan Selesai

karaoke
karaoke

Setelah makan dan minum selama dua sampai tiga jam mereka akan mengganti tempat dan melanjutkan acara ini di tempat lain bila berjalan lancar. Salah satu tempat yang sering dijadikan tempat acara kedua ini adalah karaoke.

karaoke
karaoke

Saat karaoke, tempat duduk dan lagu yang dinyanyikan sangatlah penting untuk memenangkan hati orang yang disuka. Semakin panjang waktu yang dihabiskan, semakin terlihat pasangan mana saja yang terbentuk.  

Sebagai tambahan, di Jepang terdapat list lagu-lagu J-POP yang disebut “mote song” berupa lagu-lagu yang berisikan lirik dan melodi yang akan membuat orang jatuh hati. Tentu lagu cinta yang dikhususkan untuk perempuan ataupun laki-laki itu berbeda.

Provided by Karaksa Media Partner (5 Maret 2019)

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR