Dalam Bahasa Jepang Menggunakan “Anata” Tak Selalu Berarti Baik, Lho!

Ilustrasi. undefined

OhayoJepang - Hai, saya Nihongo Ojisan, dan dalam seri ini saya akan menceritakan kisah pengalaman saya belajar bahasa Jepang di Jepang.

Yokoso! Selamat datang kembali di serial ini. Hari ini, saya akan berbicara tentang pengalaman saya dengan kata Anata (あなた)atau Anda.

Kata Anda sering kita gunakan dalam percakapan. Terutama dalam situasi di mana kamu lupa nama lawan bicaramu (sayangnya, hal ini sering terjadi juga pada saya). Dalam kebanyakan situasi, menggunakan kata Anda adalah ketika kita merujuk pada orang yang sedan diajak bicara. 

Saya telah tinggal di Jepang selama sepuluh tahun, dan saya hanya menggunakan kata Anata atau kamu sekali saja, dan saya memutuskan untuk tidak menggunakannya lagi.

Ketika mempelajari bahasa baru, biasanya akan memulai dengan yang paling dasar yakni, kamu dan aku, atau anda dan saya. Tentu saja, saya pikir kata Anda dan saya digunakan dengan cara yang sama di Jepang, seperti dalam bahasa lainnya. 

Baca juga: Dua Cara Berbeda untuk Mengucapkan Selamat Tahun Baru di Jepang

Di situlah saya salah. Saya menggunakan Anata (atau Anda) seperti biasa, dan saya mendapatkan reaksi yang agak tidak menyenangkan. Rasanya canggung bagi orang yang saya ajak bicara, dan juga menjadi canggung bagi saya. 

Saya bertanya kepada teman Jepang saya tentang hal itu, dan ternyata, Anata atau yang diartikan sebagai Anda, tampaknya jarang digunakan di Jepang.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Komazawa (2016) (米澤陽子), terbatas pada masyarakat yang tinggal di daerah Kanto, ditemukan bahwa kata Anata jarang digunakan. 

Dalam pengertian hierarki, kata Anata hampir tidak pernah digunakan terhadap orang-orang yang pangkatnya lebih tinggi, dan kadang-kadang digunakan terhadap orang-orang yang pangkatnya sama atau lebih rendah. 

Baca juga : Seri Nihongo Ojisan: Kesalahan dalam Berbahasa Jepang: Ini Keadaan Darurat! Bawa Saya ke Salon!?

Lalu, kapan Anata sebaiknya digunakan? Anata ternyata digunakan terhadap orang yang lebih tinggi, secara jabatan dan digunakan saat berdebat. Kata ini jarang digunakan karena dapat dianggap kasar dan merendahkan. 

Terhadap orang yang pangkatnya sama atau lebih rendah, biasanya digunakan saat mendisiplinkan, atau saat ingin menciptakan jarak.

Halaman Berikutnya

Halaman:

Kompas.com Play

Lihat Semua
Expand player
Komentar
Dapatkan hadiah utama Smartphone dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!
Tulis komentar Anda...
Lihat komentar tentang artikel ini di Bagian Komentar!