Digital Marketing Supervisor H.I.S. Tours & Travel Ali Ma'aruf menyarankan wisatawan Indonesia di Jepang untuk mencermati festival yang ingin dikunjungi dan aktif memantau informasi terbaru di internet.
“Jangan sampai kelewatan Informasi-informasi festivalnya, karena itu paling penting. Jangan sampai terlewat,” ujar Ali saat dihubungi Ohayo Jepang, Kamis (20/3/2025).
Menurutnya, musim semi di Jepang biasanya menjadi high season yang dipadati wisatawan mancanegara.
Hal ini disebabkan banyaknya festival menarik yang digelar; seperti Fuji Shibazakura Festival, Hirosaki Cherry Blossom Festival, hingga Kyoto Aoi Matsuri.
Saat musim sakura, banyak wisatawan yang menikmati momen hanami, yaitu bersantai di bawah pohon sakura sambil menikmati suasana.
Orang Jepang terbiasa menyiapkan sendiri semua perlengkapannya, seperti tikar atau alas duduk dan makanan.
Kamu juga sebaiknya menyesuaikan kebiasaan orang Jepang itu saat hanami.
Bagi orang tua yang membawa anak kecil, sangat disarankan untuk memilih destinasi ramah anak dan tidak terlalu jauh dari pusat kota, misalnya taman di Tokyo.
“Pilih destinasi-destinasi ramah untuk anak-anak atau yang tidak terlalu jauh dari pusat kota, kayak taman-taman yang ada di daerah Tokyo juga sudah bisa,” ujarnya.
Lokasi yang dekat dengan fasilitas umum akan memudahkan bila anak ingin berpindah tempat atau berkeliling.
Mereka akan memiliki banyak pilihan yang mudah dijangkau, mengingat lokasinya dekat dengan berbagai fasilitas dan akses transportasi di pusat kota.
Baca juga:
Sementara itu, General Manager Communication and CRM Golden Rama Tours & Travel Ricky Hilton menambahkan tips jika berkunjung ke Jepang saat musim semi.
Sebaiknya, susun rencana perjalanan sejak jauh hari sebelum keberangkatan.
Dalam hal ini, konsultasi melalui travel consultant bisa menjadi referensi yang diperlukan untuk menata perjalanan agar menjadi nyaman.
Kemudian, perhatikan semua dokumen perjalanan yang diperlukan, seperti visa dan paspor. Hal ini wajib disiapkan jauh-jauh hari.
Jika sudah berada di Jepang, wisatawan Indonesia juga perlu mematuhi semua aturan di negara tersebut.
Beberapa aturan yang dilanggar mungkin akan berakibat fatal dan berurusan dengan hukum setempat.
Bagi wisatawan Muslim, Ricky menyarankan memilih destinasi yang memiliki fasilitas ibadah seperti masjid atau ruang salat.
Saat ini, fasilitas seperti itu sudah lebih mudah ditemukan di kota-kota besar di Jepang.
Seiring meningkatnya jumlah wisatawan Muslim, makanan halal juga semakin mudah ditemukan di kota-kota besar di Jepang.
Wisatawan cukup mencermati keberadaan logo halal saat memilih makanan.
Ricky juga menjelaskan, beberapa agen perjalanan di Indonesia menyediakan paket tur halal untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim.
Misalnya, Golden Rama memiliki anak perusahaan bernama Ramah Halal Tour yang menawarkan liburan khusus untuk umat Muslim.
Wisatawan Muslim dapat merencanakan liburan mereka dengan lebih tenang dengan adanya layanan seperti ini, tanpa khawatir tentang fasilitas ibadah dan makanan selama perjalanan.
Baca juga:
(KOMPAS.COM/FAESAL MUBAROK)
View this post on Instagram