Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang mencatat bahwa per Januari 2025, harga tanah di Jepang naik rata-rata 2,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Melansir Xinhua pada Selasa (18/3/2025), salah satu faktor kenaikan itu akibat tingginya permintaan di wilayah perkotaan dan kawasan resor.
Kenaikan ini menandai tahun keempat berturut-turut terjadinya pertumbuhan harga tanah secara nasional.
Pertumbuhan harga tanah yang signifikan tercatat di pusat kota Tokyo, Osaka, dan Nagoya sebesar 3,3 persen.
Tanah di kawasan resor juga mengalami lonjakan permintaan rumah liburan dari pembeli asing.
Harga rata-rata tanah untuk perumahan naik 2,1 persen secara tahunan.
Sementara itu, wilayah regional mencatat kenaikan sebesar 1,0 persen.
Harga tanah komersial juga meningkat rata-rata 3,9 persen, mencatatkan tahun keempat berturut-turut pertumbuhan positif.
Di kawasan metropolitan besar, kenaikan mencapai 7,1 persen. Adapun di wilayah regional, kenaikan tercatat sebesar 1,6 persen.
Baca juga:
Para ahli menilai kenaikan harga tanah dipicu oleh pemulihan ekonomi Jepang secara bertahap, serta meningkatnya investasi asing dan kunjungan wisatawan mancanegara.