Diaspora Indonesia, Ahmad Naeni Nahwul Umam, membagikan kisahnya mengenai prospek jenjang karier dan gaji sebagai perawat lansia di Jepang.
Ia mengungkapkan bahwa saat pertama kali bekerja sebagai perawat di Jepang, dirinya diwajibkan menjalani masa kerja selama tiga tahun di bidang perawatan lansia.
Setelah menyelesaikan periode tersebut, Ahmad mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan pengakuan resmi sebagai perawat di Jepang, dan dari situlah ia memperoleh lisensi.
“Saya bekerja selama tiga tahun dulu di sini, kemudian mengikuti uji kompetensi atau ujian nasional di Jepang gitu. Setelah saya lulus ujian nasional baru saya dianggap sebagai perawat kayak yang lain,” ujar Ahmad saat dihubungi Ohayo Jepang, Senin (17/3/2025).
Sertifikat kelulusan uji kompetensi ini sangat penting untuk mendapatkan tunjangan lisensi, tunjangan keluarga, hingga tunjangan anak.
Bukan hanya itu, lisensi pekerja perawat ini juga menjadi parameter untuk menjadi pekerja tetap di Jepang.
“Jadi mendapat lisensi di Jepang itu kita sudah bisa menjadi pekerja tetap di sini. Jadi sampai umur pensiun saya bisa bekerja di Jepang,” kata lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon ini.
Ahmad juga mengungkapkan bahwa pada tahap awal, pekerja Indonesia di Jepang dapat menerima gaji bersih sekitar Rp 14 juta hingga Rp 15 juta.
Peluang Jenjang Karier Perawat Lansia
Selama bekerja di Jepang, Ahmad mengungkapkan tidak ada perbedaan perlakuan antara perawat asing dengan perawat lokal.
Hal ini juga berlaku dalam hal kesempatan untuk naik jenjang karier.