Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Sakit di Jepang, Pergi ke Rumah Sakit atau Klinik?

Kompas.com - 31/Jul/2019, 18:16 WIB
ILUSTRASI - Dokter
ILUSTRASI - Dokter

OhayoJepang - Kami kerap mendengar para pekerja asing di Jepang mengatakan bahwa sistem pelayanan kesehatan di Jepang lebih baik daripada sistem pelayanan kesehatan di negara asal mereka. Sebagian besar dari mereka bahkan menyebutkan bahwa biayanya kerap lebih murah asal menggunakan asuransi kesehatan milik Jepang.

Walau begitu, beberapa orang mengklaim bahwa sistem layanan kesehatan di Jepang begitu menyulitkan. Apalagi kurangnya dukungan bahasa untuk pasien yang tidak bisa berbahasa Jepang. Namun dengan semakin meningkatnya orang asing yang menetap di Jepang, pemerintah Jepang terus mengundang institusi medis di Jepang untuk mengambil akreditasi dan menyediakan layanan kesehatan bagi orang asing. 

Namun jika kamu sakit atau tidak merasa enak badan sehingga membutuhkan pertolongan medis, ada baiknya untuk pergi terlebih dahulu ke klinik, bukan ke rumah sakit. Berikut alasan mengapa kita tidak perlu langsung pergi ke rumah sakit?

Pada dasarnya, jika kasusnya tidak darurat, kita hanya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dasar yang diberikan oleh klinik. Hal ini akan menghemat waktu dan uang kamu. Tidak hanya di Jepang, sebagian besar rumah sakit di seluruh dunia, menawarkan begitu banyak jenis perawatan medis, baik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. Jadi jika di rumah sakit, tentu saja kamu harus menyiapkan waktu yang lebih banyak karena harus menunggu untuk sampai dilayani. 

Selain itu, bila kita pergi langsung ke rumah sakit di Jepang tanpa surat rujukan klinik akan dikenakan biaya tambahan sekitar 2.000 hingga 5.000 yen sebagai biaya administrasi awal. Biaya ini tidak perlu dibayar bila kita telah mendapatkan rujukan ke rumah sakit dari klinik yang kita kunjungi.  

Beberapa klinik menyediakan dokter dengan berbagai spesialisasi. Namun tak sedikit klinik yang hanya menyediakan satu dokter spesialis. Setelah lama menetap di Jepang, satu hal yang kami pelajari adalah klinik tidak selalu menyediakan dokter umum. Oleh karena itu, ada baiknya untuk mengetahui beberapa klinik yang berbeda sehingga kamu tahu klinik mana yang perlu dituju tergantung sakit yang kamu rasakan. 

Biasanya saat hendak datang ke klinik, tidak perlu membuat perjanjian sebelumnya. Namun ada baiknya untuk menghubungi pihak klinik terlebih dahulu sebelum datang. Hanya saja, kunjungan ke dokter gigi memerlukan perjanjian terlebih dahulu sebelum datang.  

Beberapa klinik menyediakan layanan pembuatan perjanjian kunjungan melalui website mereka. Namun kebiasaan pada umumnya adalah dengan menghubungi via telepon. Nah, tantangan terbesarnya tentu saja adalah kemampuan kita sebagai orang asing, untuk mampu menjelaskan situasi yang kita rasakan. Oleh karena itu, ada baiknya mengajak teman atau senior yang bisa membantu kita untuk berbicara dalam Bahasa Jepang dengan pihak medis. 

Seseorang biasanya pergi ke rumah sakit jika dirujuk oleh dokter klinik. Hal ini umumnya terjadi jika pasien membutuhkan pemeriksaan yang lebih mendalam. Seperti yang kita ketahui, rumah sakit memiliki peralatan medis yang lebih lengkap. Surat rujukan biasanya diberikan ke pasien dalam amplop tertutup yang dialamatkan ke dokter spesialis atau departemen terkait di rumah sakit. Jadi ada baiknya sebelum datang ke rumah sakit rujukan, telepon terlebih dahulu karena tidak semua dokter bertugas setiap hari. 

Baik kamu datang ke klinik atau rumah sakit, biasanya seseorang hanya perlu membayar sebesar 30 persen dari total tagihan. Hal ini terjadi karena biasanya sisa tagihan sudah dilunasi oleh Asuransi Kesehatan Jepang. Patut diingat, sebelum keluar rumah, pastikan kamu membawa kartu asuransi kesehatan dan uang tunai. Tempat medis yang memiliki fasilitas pembayaran dengan kartu kredit, masih terbatas. 

Provided by Karaksa Media Partner (11 Juli 2019)

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR