Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Keren, Ada Perkumpulan Mahasiswa Jepang yang Mempelajari Islam

Kompas.com - 30/Jul/2019, 16:44 WIB
Perkumpulan “Muslim Symbiosis Project”.
Perkumpulan “Muslim Symbiosis Project”.

OhayoJepang - Ada sebuah perkumpulan mahasiswa Jepang yang meneliti tentang orang Muslim dan konsep halal di Jepang. Perkumpulan ini bernama “Muslim Symbiosis Project”. Tujuan besar perkumpulan ini adalah ingin melakukan “Omotenashi” (hospitality ala Jepang), untuk orang Muslim yang datang berwisata maupun yang tinggal di Jepang.

Pada Jumat 14 Mei 2019, OhayoJepang berkesempatan mengunjungi Universitas Keio, salah satu universitas swasta terkenal di Jepang untuk hadir dalam perkumpulan tersebut. Perkumpulan ini dibuat oleh seorang profesor Keio bernama Yo Nonaka pada semester musim semi tahun 2017.

Ia membuat perkumpulan ini karena secara pribadi tertarik untuk meneliti umat Muslim di Indonesia. Tahun ini, terdapat 18 mahasiswa Jepang yang tergabung ke dalam perkumpulan tersebut. Dua di antaranya adalah Muslim. Dalam perkumpulan tersebut, mahasiswa berdiskusi mengenai proyek halal yang akan mereka lakukan pada semester tersebut.

Mahasiswa yang sedang mempresentasikan proyeknya
Mahasiswa yang sedang mempresentasikan proyeknya

Saat ini terdapat empat proyek yang sedang dijalankan oleh perkumpulan ini. Proyek itu berupa komunitas Facebook bernama “Welcome Muslim Friend”, peta restoran halal dan tempat sholat di beberapa tempat wisata terkenal bernama “Muslim Map Project”, Youtube channel yang memperkenalkan berbagai hal mengenai Jepang bernama “Nonaka Lab Channel”, serta tengah mengembangkan aplikasi smartphone untuk mendeteksi bahan makanan. 

Sebelumnya, perkumpulan ini sempat melakukan berbagai proyek seperti pembuatan aplikasi untuk mencari restoran halal “Halal Guide Tokyo”, membuat artikel di website “Welcome ASEAN Friends” yang memperkenalkan pelayanan dan toko-toko untuk Muslim, serta “MUSLI-MAP Tokyo” berisi rute perjalanan di Tokyo yang direkomendasikan untuk Muslim.

Setelah mendengarkan presentasi mengenai masing-masing proyek yang sedang dijalankan tersebut, OhayoJepang juga memiliki kesempatan untuk berbincang dengan mahasiswa yang mengikuti perkumpulan ini. Kami menanyakan para mahasiswa mengenai alasan mereka mengikuti perkumpulan ini. 

Perkumpulan “Muslim Symbiosis Project”.
Perkumpulan “Muslim Symbiosis Project”.

“Saya mengikuti perkumpulan ini karena dosennya sama dengan dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang sedang saya ambil. Lalu, teman saya juga bilang kalau perkembangan ekonomi Indonesia bagus dan jumlah penduduknya sangat banyak sehingga bisa berbahasa Indonesia dan mengetahui secara mendalam bisa menjadi keuntungan tersendiri,” ujar Hiroki Tazawa (22).

Sementara itu, mahasiswa bernama Mamoru Hasegawa (18) menyebutkan bahwa keluarganya memiliki usaha sento (pemandian umum) di daerah Setagaya, Tokyo, dan dia ingin mengembangkan bisnis sento keluarganya tersebut agar bisa juga digunakan oleh orang Muslim,” tuturnya. 

Lalu, ada juga mahasiswi asal Okinawa, Minori Nakamatsu (20), yang ingin mencari cara memperkenalkan budaya makanan Okinawa yang sebenarnya didominasi dengan hidangan olahan daging babi. 

Selain itu, ada juga seorang mahasiswa asal Okayama, Ertugrul Yunus (20), yang telah beragama Islam sejak kecil karena ayahnya juga muslim berkewarganegaraan Turki. Ia menuturkan bahwa dirinya ingin berkontribusi dengan membagikan pengetahuannya tentang Islam melalui perkumpulan ini.    

Salah satu hal menarik yang kami temukan adalah salah satu anggota perkumpulan yaitu seorang mahasiswi, Miyu Nakajima (22), yang merupakan seorang Mualaf. Dia masuk ke agama Islam setahun yang lalu setelah homestay di Indonesia selama satu bulan. Kebaikan keluarga Muslim tempat ia menginap sangat menyentuh hatinya, sampai-sampai membuat dia ingin masuk ke agama Islam karena kebaikan keluarga tersebut.

“Meskipun dengan alasan yang berbeda-beda, dari jawaban para mahasiswa ini kita bisa melihat bahwa kepedulian orang Jepang terhadap agama Islam sudah lebih meningkat. Oleh karena itu, pada masa mendatang ada harapan bahwa Jepang tidak hanya cocok untuk dijadikan sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai tempat menetap bagi umat Muslim”, ujar profesor Nonaka di akhir perkumpulan  

Welcome Muslim Friend facebook link: https://www.facebook.com/Welcome-Muslim-Friends-369678773376223/?__tn__=%2Cd%2CP-R&eid=ARAfmjXm0jRzpRUXNiT6VDV9J8thp5DdecjsEjm4FXhmO_lpEvslUqyz5V7UQp-_JaRdmEdUDHSnLD_O

Provided by Karaksa Media Partner (20 Juni 2019) 

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR