Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Indahnya Alam Sungai Hozugawa dan "Hiking" di Arashiyama,, Tak Hanya Saat Musim Gugur Saja

Kompas.com - 26/Feb/2019, 10:30 WIB
Dari atas jembatan gantung, Anda dapat mengambil foto bangunan stasiun yang terbuat dari kayu dengan pepohonan hijau sebagai latarnya.
Dari atas jembatan gantung, Anda dapat mengambil foto bangunan stasiun yang terbuat dari kayu dengan pepohonan hijau sebagai latarnya.

OhayoJepang - Wilayah sekitar Sungai Hozugawa sampai Arashiyama merupakan tempat yang populer pada musim gugur. Pemandangan di area ini diselimuti dedaunan maple berwarna merah terang.

Akan tetapi, tahukah Anda jika pada awal musim panas daerah ini juga merupakan tempat berjalan kaki terbaik dengan pepohonan hijau yang tumbuh dengan lebat? Tidak hanya itu, lokasi sekitar kuil yang diselimuti lumut memberikan ketenangan. Tambahan lagi, panorama lembah yang indah dan menakjubkan.

Cobalah rute rekomendasi kami berikut ini untuk mendapatkan pemandangan memukau yang hanya dapat dinikmati saat ini.

Sebagai gambaran, untuk hiking berjalan kaki jaraknya sekitar tujuh kilometer. Waktu perkiraan lama berjalan kaki sekitar 100 menit. Untuk tingkat kesulitan, dari stasiun Torokko Hozukyo sampai kuil Otagi Nenbutsuji terdapat kendala untuk mendaki gunung. Karena rutenya juga dilalui mobil, harap berhati-hati saat berjalan.

13:35 - Stasiun Torokko Hozukyo (The Scenic Sagano Railway)

Mulai perjalanan dari Stasiun Torokko Hozukyo yang dicapai setelah melewati jembatan gantung Sungai Hozugawa. Di sini Anda akan disambut oleh patung rakun yang pembuatannya berasal dari daerah Shiragaki, Prefektur Saga.

Di Stasiun Torokko Hozukyo ini, Anda bisa melihat secara dekat dari peron sebuah kereta retro. Saat mengambil foto, ada baiknya Anda berhati-hati agar tidak mengganggu penumpang yang naik atau turun kereta.

The Scenic Sagano Railway
The Scenic Sagano Railway

Dari Sagano sampai Kameoka, The Scenic Sagano Railway meluncur dengan kecepatan rata-rata 25 kilometer per jam di sepanjang lembah Hozugawa. Selain itu, dari atas jembatan gantung, Anda dapat mengambil foto bangunan stasiun yang terbuat dari kayu dengan pepohonan hijau sebagai latarnya. Kita akan naik kereta pukul 13:40.

peron dengan hiasan rakun
peron dengan hiasan rakun

Jangan lupa berfoto di peron dengan hiasan rakun yang besar. Jadi Anda bisa mengambil foto bersama mereka sebagai kenang-kenangan.

Informasi tempat:
The Scenic Sagano Railway – Stasiun Torokko Hozukyo
Alamat : Kyoto-fu, Kyoto-shi, Saikyo-ku Arashiyama Kita Matsuoyama
Biaya : Gratis (Biaya untuk naik kereta satu kali perjalanan 620 Yen)

 

14:30 - Kuil Otagi Nenbutsu-ji

1.200 Rakan yang berjejer dan diselimuti lumut.
1.200 Rakan yang berjejer dan diselimuti lumut.

Di halaman sekitar kuil Otagi Nenbutsu-ji yang tenang, terdapat 1.200 patung Rakan yang melambangkan para murid Buddha. Patung-patung diukir oleh pemuja kuil ini. Pengunjung dapat menikmati patung Rakan yang kaya ekspresi ini sambil menghabiskan momen yang menenangkan.

Kuil Otagi Nenbutsu-ji
Kuil Otagi Nenbutsu-ji

Kuil Otagi Nenbutsu-ji telah dipercaya dapat menghalau kesialan sejak zaman Heian (tahun 794 -1185). Saat ke sini, coba cari Rakan favorit Anda.

Kuil Otagi Nenbutsu-ji
Kuil Otagi Nenbutsu-ji

Di kuil Dewi Kwan Im yang penuh cinta, konon para pengunjung akan diberikan kesembuhan untuk jasmani dan rohani yang lelah. Jika Anda menyentuh patungnya dengan lembut, kabarnya Dewi Kwan Im akan menyembuhkan kaki yang lelah.

Informasi tempat:
Kuil Otagi Nenbutsu-ji
Alamat : Kyoto-fu, Kyoto-shi, Ukyo-ku Saga Toriimoto Fukutani-cho 2-5
Jam buka : 8:00-17:00
Hari libur : tidak ada
Biaya masuk : 300 Yen

 

15:40 - Kuil Giou-ji

Kuil Giou-ji adalah tempat populer kala musim gugur. Selain muncul dalam kisah cerita cinta tragis Heike Monogatari, kuil ini memiliki pemandangan hamparan lumut dan pohon maple yang indah sehingga membuat mereka yang melihatnya terpesona hingga lupa menekan tombol foto.

Kuil Giou-ji
Kuil Giou-ji

Kuil ini memiliki suasana terbaik yang bisa dinikmati pada awal musim panas. Kuil yang muncul dalam kisah Heike Monogatari ini merupakan tempat tinggal para biksuni pada cerita tersebut.

Ini adalah Soan, pondok teh, yang terletak di kuil tersebut.
Ini adalah Soan, pondok teh, yang terletak di kuil tersebut.

Coba nikmati pemandangan pepohonan hijau dari jendela bulat bernama yoshino mado sambil bersantai setelah melepas sepatu tentunya.

yoshino mado
yoshino mado

Namun, dari dalam sini tidak diperbolehkan untuk mengambil foto.

Informasi tempat:
Kuil Giou-ji
Alamat : Kyoto-fu, Kyoto-shi, Ukyo-ku Saga Toriimoto Kozakacho 32
Jam buka : 9:00-17:00 (tamu boleh masuk terakhir pukul 16:30)
Biaya : 300 Yen

 

17:00 Arashiyama Daisen dan Yuzen-Cha

Di Arashiyama Daisen, Anda bisa dengan nyaman menikmati Kyozushi (sushi khas Kyoto).
Di Arashiyama Daisen, Anda bisa dengan nyaman menikmati Kyozushi (sushi khas Kyoto).

Hidangan sushi segar yang setiap harinya dipancing dari laut sekitar wilayah Wakayama dan dibuat dengan teknik khusus sangat cocok untuk menghadiahi diri sendiri setelah lelah berjalan seharian.

Pada foto, hidangan ikan musiman serta belut panggang yang disajikan di atas nasi berlauk banyak ini disebut Kyo-chirashi, 1,400 yen. Menu populer lainnya adalah Saba Sugatazushi (sushi ikan makarel) yang dihargai 1,800 yen per porsinya.

Informasi tempat:
Arashiyama Daisen
Alamat : Kyoto-fu, Kyoto-shi, Ukyo-ku Saga Isenokamicho 10-3
Jam buka : 12:00-19:30 (last order)
Hari libur : Tiap hari Kamis dan hari Rabu pada minggu keempat

Soft cream berbentuk siluet Mokofuwa.
Soft cream berbentuk siluet Mokofuwa.

Anda wajib mencicipi Mokofuwa Kyoto Soft Cream rasa deluxe matcha (500 yen) dengan topping bermotif. Isi dalamnya maupun topping yang imut. Mokofuwa dalam Bahasa Indonesia berarti mengembung dan lembut

Selain itu, onigiri (300 yen) yang dibuat dari bahan-bahan asal Kyoto serta ikan teri chiriman yang mewah juga bisa dibeli di sini.

Informasi tempat:
Yuzen-Cha
Alamat : Kyoto-fu, Kyoto-shi, Ukyo-ku Saga Tenryuji Tsukurimichi-cho 20-27
Jam buka : 10:00-18:00
Hari libur : Tidak ada

Provided by Japan Walker™, Kansai Walker™ (18th July 2018)

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR