Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Pertama Kali ke Izakaya? Ini 3 Izakaya Murah dan Ramah Turis di Jepang

Kompas.com - 18/Feb/2019, 17:57 WIB
Perkakas kayu menimbulkan atmosfer hangat di kedai ini, sebuah tempat yang cocok untuk minum-minum.
Perkakas kayu menimbulkan atmosfer hangat di kedai ini, sebuah tempat yang cocok untuk minum-minum.

OhayoJepang - Mampir ke sebuah izakaya (bar khas Jepang) adalah agenda yang kerap masuk dalam rencana perjalanan ke Jepang. Walaupun Anda sudah pernah ke izakaya sebelumnya, sensasi menikmati makanan di izakaya sambil minum minuman, tidak akan pernah membuat bosan. Apalagi jika hal ini menjadi pengalaman pertama Anda, tentu akan menambah memori perjalanan di Jepang.

Namun memilih izakaya yang bagus bisa membuat Anda gentar. Selain karena adanya halangan bahasa, juga ada ketakutan apakah harga menu terlalu mahal karena tidak tahu harga pasaran. Dari ratusan izakaya yang ada di Jepang, kami pilihkan tiga izakaya yang terkenal memiliki harga terjangkau, ramah terhadap turis, dan hidangannya serba lezat.  

Torikizoku
Torikizoku

Torikizoku

Torikizoku merupakan izakaya favorit di kalangan anak muda setempat. Tempat ini menyediakan beragam pilihan yakitori (ayam bakar seperti sate) serta menu favorit izakaya lainnya. Makanan yang disajikan begitu enak, sampai-sampai selalu ada antrean panjang di luar toko.

Prinsip pengelola kedai adalah hanya menyajikan produk Jepang berkualitas terbaik. Namun hal paling menggembirakan adalah harganya yang murah! Toriki (kedai ini kerap disebut dalam nama kependekannya yaitu "Toriki") ibarat toko dengan harga serba 100 yen. Semua harga makanan dan minuman di Toriki dijual dengan harga 298 yen (sebelum pajak). Walau harganya murah, bahan yang digunakan adalah produk buatan Jepang dan berkualitas tinggi. 

 

Perkakas kayu menimbulkan atmosfer hangat di kedai ini, sebuah tempat yang cocok untuk minum-minum.
Perkakas kayu menimbulkan atmosfer hangat di kedai ini, sebuah tempat yang cocok untuk minum-minum.

Nikmati kelezatan aneka sate dengan minuman! Kampai!
Nikmati kelezatan aneka sate dengan minuman! Kampai!

Meibutsu Kizokuyaki, yakitori berupa daging paha yang lengas dihidangkan dengan bawang Welsh, tersedia dalam rasa garam, saus, atau rempah.
Meibutsu Kizokuyaki, yakitori berupa daging paha yang lengas dihidangkan dengan bawang Welsh, tersedia dalam rasa garam, saus, atau rempah.

Selain yakitori, Toriki juga menyediakan hidangan favorit izakaya lainnya seperti kamameshi, teppanyaki, karaage, dan banyak lainnya. Semua makanan ini cocok dinikmati bersama sake. Anda dapat menikmati bir, cocktail, dan sake khas Jepang dengan harga terjangkau. Sistem pemesanan adalah melalui tablet dan informasi tersedia dalam Bahasa Inggris untuk turis. Jadi, apa lagi yang bisa Anda harapkan dari sebuah izakaya? Toriki dijamin akan menjadi sebuah pengalaman izakaya berkesan bagi Anda.

Karena Toriki adalah kedai yang populer, kami sarankan Anda untuk datang saat kedai ini baru saja buka (sebagian besar kedai buka pada pukul 17.00) atau paling lambat 2-3 jam setelah kedai buka.

 

Hanbey

Jika Anda lebih memilih izakaya yang bernuansa "Jepang" sekali, maka izakaya bertema era Showa (1920-1980an) berikut ini cocok untuk Anda.

Hanbey
Hanbey

Saat masuk ke dalam restoran, pengunjung seakan dibawa ke masa silam!
Saat masuk ke dalam restoran, pengunjung seakan dibawa ke masa silam!

Tema nostalgia ini membawa pengunjung lokal seakan kembali ke masa muda, saat-saat penuh kegembiraan. Temukan benda-benda memorabilia dari periode Showa, saat Anda minum-minum sepanjang malam di Hanbey.

Pengunjung lokal yang sudah tua akan merasa restoran ini membawa kenangan ke zaman keemasan mereka. Sementara itu, pengunjung generasi muda akan menemukan atmosfer yang begitu menyegarkan. Bagaimanapun juga atmosfer nostalgia ini tak lekang oleh waktu. Apalagi harga makanan yang ditawarkan begitu terjangkau.

Sate dihargai mulai dari 50 sampai 100 yen per tusuk
Sate dihargai mulai dari 50 sampai 100 yen per tusuk

Izakaya ini menyajikan berbagai pilihan hidangan mulai dari sate yakitori sampai sashimi, juga ada oden. Semuanya dengan harga yang terjangkau. Minuman-minuman yang ditawarkan pun harganya masih "masuk akal".

Aneka hidangan di Honbey
Aneka hidangan di Honbey

Nikmati suasana minum-minum khas penduduk setempat yang begitu mengakar dalam budaya Jepang
Nikmati suasana minum-minum khas penduduk setempat yang begitu mengakar dalam budaya Jepang

 

Isomaru Suisan 

Budaya minum-minum khas Jepang tergambarkan dengan sempurna di pasar ikan. Setelah kerja keras seharian, para nelayan akan bersantai dengan minum-minum di pasar ikan setempat, sambil menikmati tangkapan ikan yang diperoleh hari itu. Hanya saja, pasar ikan susah ditemukan di pusat kota. Namun tidak perlu khawatir, karena kedai Isomaru Suisan membawa nuansa pasar ikan ini untuk Anda.

Rasakan suasana pasar ikan di izakaya spesialis boga laut
Rasakan suasana pasar ikan di izakaya spesialis boga laut

Lampion kecil dan pernak-pernik khas nelayan, menjadi dekor restoran tersebut sehingga beratmosfer sebagai tempat yang cocok untuk minum-minum. Makanan utama yang ditawarkan izakaya ini adalah seafood segar yang dibakar, kesegarannya terjamin karena diolah dari keadaan hidup-hidup.

Aneka seafood berkulit keras seperti kepiting, dibakar langsung di meja Anda. Salah satunya adalah hidangan populer kanimiso korayaki (daging kepiting ditaruh di atas cangkangnya kemudian dibakar). Di antara hidangan berbahan segar, menu kedai ini juga dipenuhi dengan pilihan sashimi segar.

Setiap meja telah terpasang grill untuk membakar
Setiap meja telah terpasang grill untuk membakar

Restoran ini juga menyediakan tablet untuk memesan dengan menu dalam Bahasa Inggris agar memudahkan turis asing.  

Ada begitu banyak izakaya yang bisa dipilih saat berada di Jepang. Namun, Anda tak akan salah pilih dengan tiga rekomendasi izakaya di atas. Jadi lengkapi liburan Anda di Jepang dengan mampir ke tempat minum-minum lokal tersebut.

Provided by Karaksa Media Partner (22 Januari 2019)

Follow Ohayo Jepang di Instagram @ohayo_jepang dan Facebook @OhayoJepangKompascom

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR