Ohayo Jepang
Powered by

Share this page

Tradisi Unik di Jepang, Setiap Tahun Ada Kanji Peringkat Pertama

Kompas.com - 29/Jan/2019, 19:01 WIB
「災」, kanji yang menduduki peringkat pertama dalam “Kotoshi no Kanji(R)” tahun 2018 (Penyelenggara dan dokumentasi : The Japan Kanji Aptitude Testing Foundation)
「災」, kanji yang menduduki peringkat pertama dalam “Kotoshi no Kanji(R)” tahun 2018 (Penyelenggara dan dokumentasi : The Japan Kanji Aptitude Testing Foundation)

OhayoJepang - Jepang memiliki tradisi “Kotoshi no Kanji(R)” atau kanji tahun ini. Ini adalah sebuah acara pemilihan kanji yang menggambarkan kondisi yang terjadi dalam satu tahun ini. Pada hari Rabu, tanggal 12 Desember 2018 lalu, “Kotoshi no Kanji” tahun 2018 telah diumumkan. Kanji yang menduduki peringkat pertama adalah kanji 「災」(cara baca China: sai, cara baca Jepang: wazawai, artnyai: bencana).  

Pemilihan kanji tahun ini dilakukan melalui pemungutan suara. Pihak yayasan setiap tahun mengumpulkan pilihan kanji beserta alasanya dari pemilih seluruh penjuru Jepang. Kemudian pilihan tersebut diumumkan melalui tulisan kaligrafi yang ditulis oleh Biksu Seihan Mori dari Kuil Kiyomizu-dera.

Jumlah suara yang terkumpul kali ini sebanyak 193.214 suara. Dari jumlah tersebut, terdapat 20.858 suara untuk kanji 「災」. Kanji 「災」 ini kembali lagi terpilih sebagai kanji dengan suara terbanyak sejak kali pertama terpilih pada saat terjadinya beberapa bencana alam seperti gempa bumi di wilayah Chuetsu, Prefektur Nigata, pada tahun 2004.

Ada banyak bencana alam yang terjadi pada tahun 2018 seperti gempa di wilayah timur Iburi, Hokkaido, gempa wilayah utara Kota Osaka, gempa wilayah barat Prefektur Shimane, hujan deras di wilayah Jepang Barat, terpaan angin topan nomor 21 dan 24, cuaca panas yang ekstrim, dan bencana yang disebabkan oleh manusia seperti kasus mata uang virtual yang beredar, hingga kasus ketidakadilan dalam mengadakan ujian masuk universitas. Hal ini menjadikan alasan bagi banyak pemilih untuk menggambarkannya dalam kanji 「人災」(cara baca: jinsai, arti: bencana yang disebabkan oleh manusia) dan 「災い」(cara baca: wazawai, arti : bencana).     

Peringkat kedua ditempati oleh kanji 「平」(cara baca China: hei, cara baca Jepang: taira) dengan 16.117 suara. Alasannya antara lain, karena tahun ini adalah tahun Heisei (salah satu nama tahun dalam sistem kalender Jepang) yang terakhir, dan sebagai harapan untuk perdamaian. Kanji 「終」(cara baca China: shu, cara baca Jepang: o(eru), o(waru), arti: selesai) menempati peringkat ketiga. Alasannya, karena para pemilih merasakan selesainya sebuah zaman, seperti berhentinya beberapa selebriti terkenal seperti Namie Amuro dan Takanohana Oyakata, serta pindahnya pasar ikan Tsukiji. Daftar kanji yang menempati peringkat pertama hingga dua puluh dapat dilihat di situs resmi The Japan Kanji Aptitude Testing Foundation.   

Kanji 「災」 dipamerkan di Japan Kanji Museum & Library dalam pameran yang berjudul “Kotoshi no Kanji”
Kanji 「災」 dipamerkan di Japan Kanji Museum & Library dalam pameran yang berjudul “Kotoshi no Kanji”

Kanji 「災」 yang ditulis dalam kaligrafi dipamerkan dalam pameran “Kotoshi no Kanji” yang berjudul “Heisei” wo Kanji Hitomoji de Furikaeru (kilas balik tahun Heisei dengan satu kanji) yang sedang berlangsung di Japan Kanji Museum & Library di  Gion, Kyoto dari Sabtu, 22 Desember 2018.

Informasi lokasi:
Japan Kanji Museum & Library
Alamat: Minamigawa 551-banchi, Gion-cho, Higashiyama-ku, Kyoto-shi, Kyoto-fu
Jam buka:9:30-17:00(kunjungan terakhir 16:30)
Hari libur:Senin (Jika hari libur nasional jatuh pada hari Senin, maka libur jatuh pada hari berikutnya)
Tiket masuk:Dewasa 800 yen, pelajar SMA dan universitas 500 yen, pelajar SD dan SMP 300 yen (orang dewasa yang menemani satu orang atau lebih pelajar SD hingga SMA, mendapatkan diskon 300yen/orang, berlaku untuk maksimal 2 orang dewasa)
*Anak prasekolah gratis

Provided by Japan Walker™, Walkerplus™, Tokyo Walker™ (12 Desember 2018)

Editor : Ni Luh Made Pertiwi F

KOMENTAR